Pengusaha Lokal Protes Tak Dapat Proyek Perluasan di PT. Mitsubishi Chemical

Para pengusaha lokal Gerem dan Rawa Arum yang belum mendapatkan proyek perluasan di PT Mitsubishi Chemical Pet Film Indonesia. (Foto: TitikNOL)
Para pengusaha lokal Gerem dan Rawa Arum yang belum mendapatkan proyek perluasan di PT Mitsubishi Chemical Pet Film Indonesia. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL – Sejumlah pengusaha di Kelurahan Gerem dan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mengeluh lantaran tak ada kejelasan pelaksanaan proyek dari PT. Taisei Pulauintan Construction International, yang merupakan Main Contractor PT Mitsubishi Chemical Pet Film Indonesia.

Ada sekitar 20 perusahan yang dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan perluasan gudang PT. Mitsubishi Chemical Pet Film Indonesia. Namun para pengusaha lokal tersebut kini gigit jari lantaran proyek yang dijanjikan tak kunjung mereka dapatkan hingga saat ini.

Salah satu pengusaha asal Gerem Afa Sukuan mengatakan, adanya proyek yang dijanjikan oleh Koordinator Pengusaha Gerem yaitu Nikmatulloh saat ìni belum diterima para pengusaha Gerem.

"Jadi beberapa bulan lalu pernah dikumpulkan dan memang ceritanya akan dibina oleh Haji Nikmat selaku koordinator pengusaha di sini (Gerem) mengenai proyek yang ada di PT. Taisei Pulauintan. Tapi sudah beberapa bulan berjalan saat ini kita masih belum mendapatkan apa yang kita harapkan, entah itu dalam arti bagi-bagi pekerjaan dan lainnya," ungkap Afa Sukuan saat Konfrensi Pers di Salah Satu Rumah Makan di Gerem, Rabu (16/9/2020).

Hal senada juga dikatakan pengusaha lainnya, Sufian. Ia mempertanyakan komitmen Nikmat selaku koordinator yang mewakili para pengusaha di wilayah sekitar Gerem dan Rawa Arum di PT. Taisei Pulauintan.

"Kita selaku pengusaha lokal mempertanyakan ada kendala apa, ada permasalahan apa, hingga terjadi seperti ini, di sini kita menganggap beliau (Nikmat -red) sebagai orangtua kita, nah ini kita masih belum tahu sejauh ini perjalanannya, apa kendalanya dan bagaimana kelanjutannya," ujarnya.

Beberapa bulan ini, kata Sufian, tidak ada tindaklanjut apapun. Bahkan pihaknya sudah menanyakan langsung kepada Nikmat sebagai pengusaha yang dituakan di Gerem, namun belum ada respons apapun.

"Kita tergabung ada sekitar 20 perusahaan. Kita juga ingin ada kejelasan dan dikasih kesempatan termasuk saya minta pak Nikmat bertanggungjawab kepada kita semua. Jangan sampai ketika kita lengah malah ketinggalan proyek," tutur dia.

Terpisah, Nikmatulloh saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai kesepakatan awal yang dilakukan oleh PT Putra Gerem Jaya (PGJ), Kamar Dagang dan Industri (Kadi) Cilegon, dan PT Taisei selaku Main Contractor, membenarkan jika pihaknya ditunjuk untuk menjembatani sejumlah pengusaha lokal di Kecamatan Grogol agar bisa terlibat dalam proyek tersebut. Namun dalam perjalanannya, kesepakatan tersebut ternyata diambil alih oleh Kadin Kota Cilegon yang dipimpin oleh Sahruji.

"Memang benar awalnya seperti itu. Sahruji (Ketua Kadin Cilegon-red) menyampaikan langsung ke saya dengan harapan agar semuanya terarah dan saya diminta untuk melakukan pembinaan kepada pengusaha di Grogol. Namun kesepakatan tersebut nyatanya dilanggar oleh Sahruji," ungkapnya.

Nikmatullah mengaku, sempat menanyakan masalah tersebut ke Sahruji. Namun jawaban yang diberikan oleh Sahruji justru diarahkan kepada kepentingan politik.

"Ya seperti itulah (Kepentingan Politik -red). Harusnya kan sebagai lembaga profesi, Kadin tidak dibawa ke ranah politik. Saya pun berpikir awalnya tidak akan terjadi hal seperti ini dan menilai sosok Sahruji sebagai sosok yang profesional yang tidak akan menggabungkan antara kepentingan bisnis dan politik. Namun nyatanya justru sebaliknya. Hanya karena saya berbeda pilihan dengan beliau, Kadin dijadikan alat agar saya ikut mendukung calon yang beliau usung. Ini bukan profesional namanya," cetusnya.

Sementara itu hingga kini, Ketua Kadin Kota Cilegon Sahruji belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (Ardi/TN1).

Komentar