Sering Kalah Tender, Pemkot Cilegon Diminta Perhatikan Pengusaha Lokal

Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)
Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)

CILEGON, TitikNOL - Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Cilegon, meminta ada keberpihakan pemerintah daerah kepada pengusaha lokal untuk pengerjaan proyek-proyek di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Dikatakan Ketua Gapensi Kota Cilegon Epi Saefullah, para pengusaha yang tergabung di Gapensi siap berkompetisi secara sehat.

"Kita minta pemerintah daerah ada keberpihakanlah kepada pengusaha daerah untuk pengejaan proyek. Saya juga minta kepada pelaku jasa kontruksi untuk mempersiapkan perusahaannya yang baik, persyaratan yang baik, kita kompetisi saja," kata Epi Saefullah kepada wartawan, Kamis (22/3/2018), kemarin.

Sementara itu, salah satu pengusaha lokal Kota Cilegon, Santani, mengaku sependapat dengan permintaan Gapensi Kota Cilegon tersebut.

Dia mengatakan, bahwa pemerintah daerah memang harus berpihak kepada pengusaha lokal.

"Kenapa saya bilang sepakat dengan Gapensi, karena faktanya selama ini memang pemenang lelang proyek yang ada di Pemkot Cilegon, terutama di PU itu banyak perusahaan dari luar. Terus pemenang lelangnya perusahaan itu-itu saja, ada apa ini?," ungkap Santani kepada TitikNOL.co.id, Jumat (23/3/2018).

Santani menyakini, bahwa para pengusaha lokal Kota Cilegon itu mampu bersaing dengan pengusaha luar daerah.

"Cilegon ini banyak sekali pengusaha lokal, tapi kenapa setiap mengikuti lelang selalu kalah oleh pengusaha luar. Ini yang menjadi pertanyaan kita semua," ujarnya.

"Saya menduga ada permainan antara pengusaha luar, dinas teknis dan panitia lelang 5ehingga pemenangnya seperti sudah diatur. Makanya pengusaha lokal kalah terus ketika mengikuti lelang," cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Rata Ruan (DPU TR) Kota Cilegon Nana Sulaksana mengungkapkan, setiap adanya lelang proyek pihaknya tidak bisa melakukan intervensi apalagi mengarahkan ke panitia lelang untuk perusahaan tertentu.

"Kalau di PU kan lelangnya secara terbuka, itu pun proses lelangnya ada di ULP (unit layanan pengadaan) Kita cuma terima matengnya saja. Jadi kalau ada yang bilang kalau kita mengarahkan pemenang lelang enggak benar itu," katanya.

"Intinya begini, kalau persyaratannya kurang ya pasti kalah (lelang), apalagi sekarang ketat aturannya," jelas Nana. (Ardi/TN1).

Komentar