CILEGON, TitikNOL - Sejumlah LSM, Ormas dan OKP yang tergabung dalam Komite Masyarakat Cilegon Bersatu (KMCB), akan melakukan aksi unjuk rasa di PT BlueScope Steel yang berlokasi di Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC). Rencana aksi itu buntut dari tidak berpihaknya PT BlueScope Steel terhadap pengusaha lokal.
PT BlueScope Steel dinilai jauh dari keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat dan pengusaha lokal Cilegon.
Salah satu contohnya adalah, tidak diberikannya lagi kuota pembelian produk non prime secara sepihak dan tanpa mengedepankan prinsip sosial dan pemberdayaan masyarakat.
PT Bluescope Steel pun diminta tidak melakukan provokasi antar pengusaha lokal. Bluescope juga dituntut untuk tidak mematikan potensi pengusaha lokal dengan kebijakan yang tak berpihak.
Maka dengan itu, KMCB menilai para pengusaha lokal berpotensi gulung tikar dengan adanya kebijakan baru dari PT Bluescope Steel, lantaran tidak diberi kesempatan untuk membeli limbah, second grade dan down grade.
"Kami menuntut kepada PT Bluescope Steel untuk mencabut kebijakan penerapan tatacara pembelian plate second grade, down grade, scrap dan sejenisnya," kata Ketua Laskar Merah Putih Cilegon Tatang Tarmizi kepada wartawan, Kamis (6/9/2018).
Dengan adanya kebijakan baru tersebut, para pengusaha lokal terancam gulung tikar. Pasalnya, mereka yang bisa membeli ketiga jenis barang itu hanya para distributor yang selama ini melakukan pembelian produk plat prime.
"Padahal secara nyata PT Bluescope Steel mengetahui tidak ada satu perusahaan pun pengusaha lokal yang melakukan pembelian plate prime," ungkapnya.
Selain tidak memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal akibat kebijakan itu lanjut dia, PT Bluscope Steel dituding memperbanyak pengusaha luar Cilegon membawa pembelian produk yang seharusnya bisa dikerjakan pengusaha lokal.
"Menolak dengan tegas adanya para pengusaha non lokal Cilegon yang melakukan upaya monopoli potensi bahan baku industri kecil yang dimanfaatkan oleh para pengusaha dan industri kecil di Cilegon," ujarnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Garda Alkhairiyah Muhammad Ibrohim Aswasi menambahkan, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran jika pihak perusahaan tidak ada itikad baik untuk merubah regulasi.
"Kalau tidak ada itikad baik dari PT BlueScope Steel, kami akan melakukan aksi unjuk rasa pada hari Senin (10/9/2018) mendatang," tegasnya.
"Tipikal PT Bluescope ini menarik. Sebagai perusahaan yang ada di Cilegon hampir dipastikan tidak ada sebuah itikad baik dalam konteks pemberdayaan pengusaha lokal di Cilegon," ungkap Ibrohim.
Hingga saat ini, wartawan masih melakukan upaya konfirmasi ke pihak PT Bluescope. (Ardi/TN1).