PT Krakatau Posco Gelar Istighosah dan Silahturahmi Dengan Ulama Banten

Suasana istighosah dan doa bersama dengan para ulama Banten di Masjid Al Ukhuwwah. (Foto: TitikNOL)
Suasana istighosah dan doa bersama dengan para ulama Banten di Masjid Al Ukhuwwah. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Mengawali Tahun 2017, manajemen dan karyawan PT Krakatau Posco (KP), menggelar istighosah dan doa bersama dengan para ulama Banten di Masjid Al Ukhuwwah di lingkungan Pabrik Baja Terpadu, Rabu (4/1/2017).

Dalam rilis yang dikirim ke redaksi TitikNOL, Direktur HR dan GA PT Krakatau Posco Andi Soko Setiabudi mengatakan, kegiatan istighosah dilakukan sebagai wujud syukur PT KP atas segala pencapaian di tahun 2016.

Meski belum mencatatkan angka profit sebagai dampak dari pemerosotan industri baja global, namun di sepanjang tahun 2016, PT KP telah berhasil mengurangi angka kerugian serta melaksanakan operasi produksi secara stabil, produktif dan aman.

"Diharapkan di tahun 2017 PT KP dapat mempertahankan prestasi dalam bidang operasi produksi, serta dapat meningkatkan kinerja penjualan sehingga dapat mempersembahkan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat," jelasnya.

Pelaksanaan istighosah dan doa bersama juga kata Andi Soko, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan tokoh ulama Banten serta masyarakat.

"Semoga kegiatan istighosah yang terselenggara berkat kerjasama PT KP, KPSE Services Indonesia, KP Family Association dan perusahaan outsourcing ini dapat menjadi momentum bagi kita bersama untuk memulai tahun," tukasnya.

Seperti diketahui, istighosah diisi dengan aktivitas dzikir, khataman Al Quran dan doa bersama. Acara ini juga dihadiri oleh kehadiran tokoh Ulama Banten yang juga memimpin jalannya kegiatan dzikir yakni KH Abuya Muhtadi (Pimpinan Pondok Pesantren Cidahu), KH Yusuf Al-Mubarok (Pimpinan Pondok Pesantren Al Mubarok Cinangka), KH Masriya Ma’mun (Ketua MUI Kecamatan Ciwandan), KH Jubaedi Ahyani (Ketua MUI Kecamatan Citangkil), KH Alwani Nawawi (MUI Kecamatan Ciwandan) serta majelis zikir dari Kecamatan Citangkil dan Ciwandan dan santri dari pondok pesantren Cidahu dan Al Mubarok. (Ardi/red)

Komentar