LEBAK, TitikNOL - Nestapa keluarga Bapak Rudi (40) warga Kampung Salapajang Kayu, Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, yang sudah 10 tahun tinggal di sebuah gubuk reot nyaris ambruk.
Pantauan media saat menyambangi kediamannya terlihat dinding rumah hanya terbuat dari bilik bambu, nampak bolong bolong-bolong serta kondisi bangunan miring nyaris ambruk.
Rudi menceritakan jika dirinya sudah 10 tahun lebih tinggal seadanya di gubuk reot itu, bersama sang istri dan keenam anaknya.
“Kondisi kaya gini sudah sepuluh tahun lebih, dan kalau hujan bocor. Saya di sini tinggal bersama istri dan keenam anak saya," kata Rudi kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).
Dia pun hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini, bahkan saat musim penghujan tiba rumah yang ia tinggali bersama keluarganya itu kerap sekali bocor.
â€Saya pernah mengalami waktu turun hujan deras tengah malam, ketika saya tidur dengan anak anak tiba tiba kebocoran," ungkapnya.
Rudi yang setiap hari bekerja sebagai buruh serabutan tidak mampu untuk merenovasi rumahnya yang nyaris ambruk itu karena membutuhkan biaya yang besar.
"Untuk biaya makan sehari hari saja tidak cukup pak," sambungnya.
Dirinya mengungkapkan, dari pemerintah desa sudah berkali kali melakukan pendataan ke rumahnya untuk diajukan pembangunan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, hingga saat ini tak kunjung terealisasi.
“Sudah berkali kali difoto sama pihak desa sama pak kepala desa, tapi belum juga terealisasi," jelasnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah Kabupaten Lebak agar bisa membantu keluarganya untuk bisa tinggal dirumah yang layak huni.
Sementara itu Ketua RT setempat Kasim, saat ditemui media mengatakan bahwa rumah milik keluarga Rudi sudah pernah didata untuk dilaporkan ke desa agar mendapatkan bantuan, namun hingga saat ini tak kunjung ada tanggapan apa-apa.
“Termasuk rumah warga lainnya sudah difoto foto berkali-kali, tapi mau gimana lagi saya mengajukan sudah tapi belum juga diperhatikan sama pemerintah," pungkasnya. (KYD/TN)