CILEGON, TitikNOL - Baliho dan spanduk para bakal calon Wali kota Cilegon mulai bertebaran di sudut-sudut kota hingga diperkampungan.
Bahkan untuk menarik simpati masyarakat, para bakal calon menuliskan slogan (tag line) di setiap baliho dan spanduk yang mereka pasang.
Baliho dan spanduk bakal calon Wali kota dan Wakil Wali kota Cilegon yang sudah banyak terpasang diantaranya milik Helldy Agustian, Iye Iman Rohiman, Ratu Ati Marliati, Awab, Reno Yanuar, Faturrohman Salim dan Ali Mujahidin - Lian Firman.
Namun, slogan spanduk dan baliho pasangan Ali Mujahidin - Lian Firman banyak menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, isi tulisan spanduk yang dipasang calon independen ini berbunyi "Perubahan Cilegon Lebih Baik dan Berkualitas" dan "Dinasti & Korupsi Harus Terhenti".
Tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya soal isi yang tertulis di spanduk yang dipasang oleh pasangan bakal calon tersebut.
"Menurut saya sih tulisan di spanduk Pak Mumu itu positif dan mengingatkan kita sebagai masyarakat, kalau korupsi itu bahaya dan menjadi musuh kita bersama," kata warga Ciwaduk, Intaria.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Ali Mujahidin mengaku tidak menyinggung siapa pun terkait slogan yang ada di spanduk yang dia sebar.
"Saya tidak menyinggung siapa-siapa, kita bicara fakta. Kalau pun ada yang tersinggung berarti dia merasa. Yang jelas, semboyan ini tergantung dari orang yang menilai, apalagi masyarakat sekarang itu sudah pada pinter," kata Ali Mujahidin, Jumat (7/2/2020) kemarin.
Diungkapkan Haji Mumu, sapaan akrab Ali Mujahidin, slogan yang dijadikan branding politik itu sebagai semangat perubahan. Di mana, selama 20 tahun Kota Cilegon dipimpin oleh dinasti yang sama.
“Kan 20 tahun Kota Cilegon punya dua kepala daerah, dua-duanya berurusan dengan hukum. Ini fakta,†ungkapnya.
Menurut Mumu, tindakan korupsi harus terhenti karena itu budaya yang tidak baik dan akan berdampak pada pembangunan.
“Kalau potensi daerah kota Cilegon tidak diragukan lagi. Nah yang menjadi permasalahan ini kan soal korupsi, kalau masih terus dibayang-banyangi korupsi maka akan berdampak ke pembangunan. Maka dengan itu, kota Cilegon perlu perubahan dari sisi kepemimpinan dan tata kelola pemerintah," jelas dia.
Ketua Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah itu mengklaim, bahwa spanduk yang dia pasang bukan bagian dari black campaign.
"Ini bukan black campaign, terus saya juga tidak menyebutkan nama orang tertentu," tegas Mumu. (Ardi/TN1).