Soal Pekerja Tewas di Lokasi Proyek Bendung Karian, Kontraktor Masih Bungkam

Wartawan TitikNOL Kabupaten Lebak Eka Gunawan, saat mengunjungi areal pembangunan Bendung Karian. (Foto: TitikNOL)
Wartawan TitikNOL Kabupaten Lebak Eka Gunawan, saat mengunjungi areal pembangunan Bendung Karian. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL – PT Daelim, kontraktor asal Korea Selatan yang menjadi pelaksana pembangunan Bendung Karian, masih bungkam soal kecelakaan kerja yang menewaskan salah seorang pekerjanya pada Sabtu (18/3/2017) kemarin.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA), Johan, HRD PT Daelim bahkan mengaku belum mendapatkan kabar soal kejadian yang menewaskan salah satu karyawannya. Dirinya beralasan sedang cuti kerja.

"Mohon maaf sebelumnya, saya masih cuti sampai dengan hari Rabu tanggal 23 maret. Jadi besok saya belum bisa menemui rekan-rekan media perihal masalah tersebut, untuk informasi tersebut saya belum bisa memberikan klarifikasi karena belum mendapat kabarnya sampai dengan saat ini," kilah Johan melalui pesan singkatnya, Minggu (19/3/2017).

Wartawan TitikNOL pun datang ke lokasi proyek Bendung Karian, untuk menemui pihak terkait yang bisa diminta klarifikasi terkait kecelakaan kerja tersebut. Namun tidak ada pihak yang dapat dimintai klarifikasi.

Baca juga : Proyek Bendung Karian Telan Korban, Seorang Pekerja Tewas di Lokasi

Sebelumnya, seorang pekerja proyek bernama Akim (20) Warga kampung Maleber, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tewas tergencet besi sliding form saat sedang bekerja di area proyek.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Adjidarmo oleh sejumlah rekan kerjanya. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong karena luka parah dibagian kepala.

Untuk diketahui, pembangunan bendung karian di Kabupaten Lebak dibangun dengan tipe urugan batu dan total kapasitas tampung 314.000000 meter kubik. Bendungan ini dirancang setinggi 60,5 meter dan panjang 516 meter dengan luas genangan mencapai 1,74 hektar.

Jika selesai, bendung ini diproyeksikan akan mengairi irigasi seluas 21.454 hektar, penyediaan air baku sebanyak 9.100 liter per detik dan pembangkit listrik 0,65 megawatt. Pembangunan bendungan karian itu sendiri dikabarkan menelan anggaran Rp1.07 triliun. (Gun/red)

Komentar