Jum`at, 4 April 2025

Soal Rekrutmen Petugas Sensus, Pejabat BPS Lebak Minta Wartawan Ajak DPRD Datangi Dirinya

Ilustrasi. (Dok: Tempo)
Ilustrasi. (Dok: Tempo)

LEBAK, TitikNOL - Ai Budiman, Kasi Sosial pada kantor badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Lebak meminta wartawan ajak anggota DPRD Lebak ke kantornya.

Ajakan itu menyusul ramainya pemberitaan terkait rekrutmen Calon petugas sensus penduduk, yang sebelumnya disoal oleh pelamar karena dianggap tidak transparan.

Kasi Sosial pada pada kantor BPS tersebut mengaku, jika pihaknya bukan penanggungjawab dalam rekrutmen calon petugas sensus penduduk dan tidak berwenang memberikan klarifikasi.

"Datang aja ke kantor, ditunggu hari Selasa biar jelas. Sekalian ajak komisi III yang ngasih infonya," ujar Kasi Sosial kantor BPS Lebak ini, kemarin.

Permintaan Ai Budiman agar wartawan mengajak DPRD, karena wartawan memperoleh informasi soal dugaan ketidaktransparanan dalam proses rekrutmen itu dari Anggota Komisi III DPRD Lebak Imad Humaedi.

Ai Budiman pun kembali menegaskan, jika wartawan harus mengajak anggota Komisi III DPRD Lebak, Imad Humaedi, yang memberikan informasi terkait hal tersebut.

"Tolong diajak anggota komisi III yang bilang tidak sesual juklak/juknis itu ya, biar jelas klarifikasinya. Harus ikut, biar beliau tahu SOPnya seperti apa. Tidak sesuai juklak/juknisnya dimana, supaya tim panitia juga tahu kesalahannya," tandasnya.

"Beritanya udah naik, kenapa baru mau klarifikasi. Saya masih simpan semua chat anda, ini hari libur mas. Saya juga manusia biasa seperti anda, kebetulan tadi saya ada urusan keluarga dan HP saya ketinggalan di rumah. Udah pokoknya hari Selasa ditunggu oleh tim panitia di kantor. Anda juga harus tahu, saya bukan penanggungjawab dalam seleksi petugas ini. Yang bertanggungjawab dan punya kewenangan memberikan klarifikasi ketua panitia dan tim," sambungnya.

Baca juga: Rekrutmen Calon Petugas Sensus Penduduk di Lebak Disoal

Ai Budiman pun bahkan menyebut, jika wartawan salah sasaran dengan meminta klarifikasi kepada dirinya terkait proses rekrutmen tersebut.

"Jadi kalau alasan anda memuat berita itu dengan alasan sudah konfirmasi tapi tidak ada respon pun itu salah mas, karena anda salah orang minta klarifikasinya," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, rekrutmen calon petugas sensus penduduk pada kantor badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Lebak tahun 2020 disoal.

Sebab, sejumlah pelamar yang mayoritas generasi muda di Kabupaten Lebak mengaku kecewa, lantaran pihak panitia rekrutmen pada kantor BPS telah menetapkan calon petugas sensus penduduk tanpa melakukan ujian atau tes dan pelatihan.

Ironisnya, para calon petugas sensus itu ternyata sudah ditetapkan pihak BPS dan mayoritas diduduki oleh perangkat desa hingga Sekretaris desa (Sekdes). (Gun/TN1)

Komentar