Kamis, 25 Juli 2024

Tengok ke Tempat Pemeriksaan, Relawan P2TP2A Ungkap Nikita Mirzani akan Bawa Anaknya Jika Dipenjara

Relawan P2TP2A Kota Serang, Ani Pancani. (Foto: TitikNOL)
Relawan P2TP2A Kota Serang, Ani Pancani. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Relawan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Serang mencoba memberikan perlindungan terhadap anak Nikita Mirzani yang berada di tempat pemeriksaan Mapolresta Serang Kota.

Mereka mencoba merayu agar anak Nikita Mirzani, Arkana Mawardi agar tidak berada di ruang pemeriksaan. Namun hal itu gagal.

Dari ungkapan relawan P2TP2A Kota Serang, Arkana enggan berpisah dengan ibunya. Bahkan Nikita Mirzani sempat melontarkan akan bawa anaknya ketika masuk penjara.

"Anak itu jangan dibawa ketika di Kantor Polisi atau ketika ditanya (diperiksa) ibunya, tapi ibu Nikita tidak mau. Bahkan bu Nikita bilang 'kalau saya dipenjara, anak saya pun dipenjara'," kata Relawan P2TP2A Kota Serang, Ani Pancani menirukan ungkapan Nikita Mirzani, Jumat (22/7/2022).

Baca juga: Tepis Nikita Mirzani Mangkir dari Pemeriksaan, Kuasa Hukum: Ada Apa Dibalik Persoalan Ini?

Ani mengaku sudah dua kali melakukan lobi agar Arkana tidak bersama Nikita Mirzani di tempat pemeriksaan.

Tindakan itu dilakukan sebagai inisiatif sebagai relawan perlindungan anak dan perempuan di Kota Serang.

"Kita sudah 2 kali. Pertama memberi tahu. Kedua juga sudah. Jadi akhirnya tugas kita melindungi anak, anaknya nggak mau, kita juga sudah berusaha dari pendidikan, kesehatan, jiwa, tapi ibu Nikita tetap tidak mau," ungkapnya.

Baca juga: BAP Belum Rampung, Nikita Mirzani Tidur di Tempat Pemeriksaan Ditemani Anaknya

Ia menyatakan, Arkana tetap menolak dibawa ke selter atau rumah aman agar tidak bersama Nikita Mirzani di tempat pemeriksaan.

"Anaknya sendiri nggak mau, ingin sama mamihnya," paparnya.

Ani mengaku akan berupaya melakukan tindakan lain agar Arkana tidak memiliki beban psikologi dampak dari pemeriksaan Nikita Mirzani.

"Nanti kita ada usaha lain, untuk melindungi anaknya, agar anaknya tidak ikut ibunya ketika masuk ke penjara. Nanti kita ada pendekatan lagi, dari psikolog tidak baik untuk anak," jelasnya. (TN3)

Komentar