Warga Geger, Mayat Bayi Ditemukan Terselip di Tanaman Hias

Ilustrasi. (Dok: Liputan6)Ilustrasi. (Dok: Liputan6)

PANDEGLANG, TitikNOL – Warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di Kampung Kahuripan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu (1/12/2019).

Tubuh bayi berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan terselip di antara tanaman hias lidah macan di pekarangan rumah salah seorang warga.

"Bayi ini diduga baru dilahirkan lalu dibuang oleh ibu kandungnya di antara tanaman lidah macan di pekarangan rumah warga. Petugas kepolisian sudah mengevakuasi mayat bayi ke rumah sakit," ujar Sopyan, warga setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pandeglang, AKP Ambarita mengatakan, pihaknya masih menyelidiki orang tua dari bayi malang tersebut.

Dikatakan Kasatreskrim, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan dan penggalian keterangan di lapangan.

"Dari penggalian informasi, kami sudah mendapatkan titik terang ibu dari di bayi, tapi kami masih lakukan pendalaman," ungkap Kasatreskrim dikonfirmasi melalui telepon.

Dikatakan Ambarita, Jumat (30/11/2019) sekitar pukul 22.30 WIB, salah seorang bidan di Kampung Kahuripan kedatangan seorang ibu rumah tangga bersama Sa (16) anak gadisnya yang memberitahu bahwa anaknya mengeluhkan sesak napas, lemas dan sakit perut.

Saat dilakukan pemeriksaan dasar, bidan tersebut mencurigai Sa dalam keadaan hamil. Namun Sa yang berstatus masih pelajar SMA ini membantah dan mengaku dirinya sedang menstruasi.

"Bidan selanjutnya mengajurkan agar pasien diperiksa lebih lanjut menggunakan alat USG di Klinik Al Furqon. Setelah mendapat saran dari bidan, dengan alasan akan ke klinik, kedua tamunya langsung pamit pergi," terangnya.

Menurut Kasatreskrim, setelah mendapatkan identitas dan alamat, petugas langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan Sa yang diduga ibu dari si bayi masih di Desa Sukadame.

Untuk proses penyelidikan, Sa kini masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang.

"Sejauh ini Sa masih menyangkal bahwa dirinya merupakan ibu dari si bayi. Tapi akan kami dalami terus, kalau perlu kita lakukan tes DNA," tandasnya. (Har/TN1)

Komentar