CILEGON, TitikNOL – Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut dua Embay Mulya Syarief, mengunjungi tempat perajin batu bata di Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (8/12/2016) sore.
Dalam kunjungannya, Embay menyerap aspirasi dari para perajin bata yang ditemuinya. Satu hal yang membuat Embay prihatin karena persoalan pemasaran batu bata yang sudah mulai berkurang.
Baca Juga:
ICW: Kepala Daerah yang Lahir dari Dinasti Politik Berpotensi Lakukan Korupsi
"Jadi, selain membutuhkan modal yang lumayan cukup besar, mereka(perajin-red) juga mengeluhkan dengan sepinya minat masyarakat saat ini untuk membeli batu bata," kata Embay.
Mengetahui kondisi tersebut, Embay pun mengaku akan memperhatikan para perajin dan para pelaku usaha kecil dan menengah, dengan cara memberikan bantuan permodalan untuk pengembangan usaha.
“Para perajin batu bata ini harus diperhatikan. Jangan sampai mereka kehilangan mata pencaharian akibat terbentur dengan modal. Jadi saya ingin perajin batu bata ini harus dipertahankan. Jika saya bersama dengan Pak Rano Karno terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, kami berjanji akan memberikan bantuan modal untuk para usaha kecil seperti ini," katanya.
Sementara itu Warsito, salah seorang perajin batu bata mengakui jika selama ini dirinya kesulitan mencari tanah untuk bahan baku untuk membuat batu bata.
"Di sini itu tanah untuk membuat batu bata sudah susah, makanya kita beli tanah dari luar dengan harga Rp200ribu per truknya," katanya.
Tidak hanya masalah tanah, Warsito juga mengeluhkan kesulitan membeli bahan bakar (solar) untuk mesin pencetak batu bata.
"Saya sudah sering mendatangi SPBU untuk membeli solar tapi tidak boleh oleh petugas SPBUnya. Bahkan petugas SPBU menyarankan agar beli solarnya di tempat eceran aja. Kalau beli solar di tempat eceran itu banyak dan harga mahal lagi, tapi kalau belinya di SPBU itu kan harganya bisa lebih murah," tambahnya.
" Saya berharap jika Pak Embay terpilih agar memperhatikan nasib perajin batu bata dengan cara memberikan bantuan berupa pinjaman modal," harapnya. (Ardi/red)