Meski Punya Dua Kursi, Demokrat Banten Optimistis Usung Kader Sendiri

Pengurus DPD Demokrat Banten foto bersama di acara Musancab DPC Partai Demokrat Cilegon di salah satu rumah makan. (Foto: TitikNOL)Pengurus DPD Demokrat Banten foto bersama di acara Musancab DPC Partai Demokrat Cilegon di salah satu rumah makan. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Lengsernya Iman Ariyadi dari kursi Wali kota Cilegon akibat tersandung kasus korupsi, menjadi momentum Partai Demokrat untuk mengusung calon Wali kota maupun Wakil Wali kota Cilegon pada Pilkada 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, Eko Susilo, saat menghadiri Musancab DPC Partai Demokrat Kota Cilegon.

"Mumpung Cilegon lagi kehilangan nahkoda, ini momentum yang langka. Jadi kita cobalah, siapa tau ada jodoh dan rejeki sehingga kita bisa ngusung calon sendiri, walaupun Demokrat cuma dua kursi di DPRD Cilegon, kita percaya diri dan optimis," ungkap Eko di Cilegon, Minggu (8/9/2019).

DPD Partai Demokrat Provinsi Banten kata Eko, sudah meminta kepada semua DPC Partai Demokrat untuk membuat pokja pencalonan.

"Mulai September ini DPD meminta kepada seluruh DPC untuk menyusun pokja pencalonan. Jadi dari September sampai dengan April untuk penjaringan," jelas Eko.

Menurut Eko, Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu punya kriteria tersendiri terkait dengan sosok calon yang akan diusung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Ya pastinya bisa membawa aspirasi masyarakat, kemudian potensi menangnya juga ada pasti akan kita usung, nggak harus kader. Walaupun kita pengen Ketua DPC Demokrat Cilegon, Rahmatullah untuk jadi wakil wali kota sebenarnya, tapi kita lihat nantilah," ungkapnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Banten, Azwar Anas menambahkan, sudah ada beberapa tokoh yang sudah berkomunikasi dengan DPD Partai Demokrat Provinsi Banten.

"Ada sekitar empat orang tokoh yang datang ke kita untuk komunikasi. Mereka itu ada dari kalangan pengusaha, partai politik dan profesional," ungkapnya.

Dijelaskan Anas, dari empat orang tokoh yang sudah menjalin komunikasi dengan partai lambang bintang Mercy itu, tidak ada Wali kota Cilegon Edi Ariadi.

"Untuk Pak Edi sendiri belum ada komunikasi ke kita (Demokrat), mau maju atau tidak kita tidak tahu karena belum ada komunikasi sama sekali. Begitu pun dengan Wakil Wali kota Cilegon Ratu Ati Marliati, belum ada komunikasi yang menyatakan dia mau nyalon," katanya.

Anas menolak menyebutkan siapa saja tokoh dari Cilegon yang sudah menjalalin komunikasi ke DPD Partai Demokrat Provinsi Banten.

Namun saat disinggung nama Helldy Agustian, Anas mengaku intens komunikasi dengan ketua DPW Partai Bakarya Provinsi Banten tersebut.

"Kalau yang itu (Helldy) komunikasinya intens dengan kita," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatullah, mengaku siap maju pada Pilkada 2020 mendatang, jika partai memberikan mandat.

"Kalau kader nggak boleh nggak siap, harus siap. Tapi semua keputusan besar itu ada di DPD dan DPP, kita sebagai kader siapa saja," tururnya. (Ardi/Tn1).

Komentar