Jum`at, 4 April 2025

Cegah Serangan Penyakit dengan Mengandalkan Kacang Kedelai

Ilustrasi kedelai. (Dok: nutrivebenecol)
Ilustrasi kedelai. (Dok: nutrivebenecol)

TitikNOL - Manfaat kacang kedelai tidak dapat diremehkan sebagaimana biasa digunakan untuk membantu meredakan keluhan pada masalah kesehatan, terutama pada wanita. Permasalahan tersebut bisa terkait dengan berbagai kondisi, seperti gejala pre-menstruasi, gejala menopause, nyeri payudara, dan rasa panas pascakanker payudara.

Kehebatan kedelai semacam itu dinilai memungkinkan karena sumber bahan makanan tersebut mengandung isoflavon. Saat dikonsumsi, tubuh mengubah zat ini menjadi fitoestrogen yang fungsinya mirip dengan hormon estrogen.

Perlu diingat juga bahwa ada sebagian orang, terutama anak-anak dan bayi, yang bisa mengalami alergi kedelai, baik dari bahan makanannya langsung maupun produk-produk olahannya. Hal ini dapat terjadi karena adanya reaksi terhadap protein kedelai yang membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi di luar batas normal. Gatal, mual, diare, kulit memerah, dan kesemutan pada bibir serta mulut adalah gejala-gejalanya,

Belum ada jumlah pasti mengenai takaran dalam mengonsumsi kedelai per hari untuk mendapatkan manfaat yang tepat, namun 2-3 porsi kacang kedelai asli per hari sudah dapat memberikan keuntungan bagi tubuh. Dalam jumlah porsi ini, yaitu sekitar 15-20 gram protein kedelai sudah memberikan kandungan isoflavon sebanyak 50-75 mg isoflavon.

Berbagai Penyakit yang Bisa Dicegah Berkat Manfaat Kacang Kedelai

Meskipun bentuknya kecil, kacang kedelai memberikan manfaat yang besar, terutama dalam mencegah penyakit. Mengonsumsi kacang kedelai secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit berikut:

Kanker payudara

Kacang kedelai dan produk yang terbuat dari kacang kedelai dapat membantu mencegah kanker payudara. Sayangnya, belum ada penelitian lebih jauh yang dapat memberikan alasan medis secara lengkap bahwa kedelai dapat mencegah kanker payudara. Jumlah kedelai yang dibutuhkan untuk menunjang pencegahan penyakit ini pun belum diketahui secara spesifik. Namun, wanita dengan kanker payudara dinyatakan tetap aman untuk mengonsumsi dua porsi kacang kedelai per hari.

Jantung

Mengonsumsi setidaknya 20 gram protein kedelai per hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Maka dari itu, kedelai dianggap membantu menyehatkan jantung. Kedelai pun dapat dijadikan pengganti makanan hewani dan produk susu dengan kadar lemak yang tinggi. Di sisi lain, kedelai juga mampu sedikit membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Tampaknya fitoestrogen dan isoflavon bekerja secara bersamaan dalam memberikan manfaat kacang kedelai bagi tubuh, meski hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Yang pasti, fitoestrogen tanpa isoflavon hanya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam jumlah sedikit. Begitu pun sebaliknya, isoflavon tanpa fitoestrogen hanya dapat menurunkan sedikit kolesterol.

Gejala menopause

Salah satu gejala menopause adalah rasa panas pada tubuh yang biasa dikenal dengan istilah hot flushes. Kacang kedelai dapat membantu meringankan gejala ini berkat kandungan fitoestrogen pada kedelai. Zat ini berperan sebagai pengganti hormon estrogen walaupun hanya dalam bentuk ringannya. Anda tidak harus selalu mengonsumsi kacang kedelai dalam bentuk utuh. Sebanyak 500 ml susu kedelai atau 100 g tahu per hari dianggap sudah cukup memberikan manfaat yang dibutuhkan.

Agar bisa mendapatkan manfaat kacang kedelai tiap hari, Anda dapat mengatur asupan makanan yang mengandung kedelai. Caranya, pilih makanan yang terbuat dari kedelai, seperti susu kedelai, yoghurt kedelai, tahu, atau kacang kedelai utuh. Pastikan produk yang Anda konsumsi mengandung protein kedelai dan bukan hanya isoflavon. Utamakan memilih kedelai asli yang masih utuh dan hindari kedelai yang diisolasi. Kedelai yang melalui proses isolasi tidak disarankan dalam hal ini karena sudah melalui proses penghilangan asam lemak alaminya.

Sumber: www.alodokter.com

Komentar