Membawa Tangkapan Tak Disengaja, Nelayan Asal Oman Jadi Miliarder

Khalid Al Sinani. (Dok: theindianexpress)
Khalid Al Sinani. (Dok: theindianexpress)

TitikNOL - Kehidupan seorang nelayan tidak selalu menyenangkan. Ada saat-saat ketika mereka mendapatkan tangkapan yang baik. Di lain waktu mereka tidak memperoleh apa-apa sama sekali. Alhasil dapurpun tak mengepul.

Demikian juga dengan seorang nelayan asal Oman bernama Khalid Al Sinani ini. Dia telah menghabiskan seluruh hidupnya di laut, berharap satu hari mendapatkan tangkapan besar.

Namun Khalid tidak pernah tahu hidupnya akan berubah dramatis beberapa minggu yang lalu.
Selama perjalanan mencari ikan di sekitar Qurayat, dia menemukan harta karun laut langka berupa ambergris sebanyak 80 kilogram.

Awalnya Tak Mau Diambil

Setelah 20 tahun hidup sebagai nelayan, mimpi masa kecil Khalid untuk mendapatkan uang banyak dari laut telah menjadi kenyataan dipagi hari pada bulan Oktober lalu.

Saat itu dia, bersama dengan dua temannya, melihat ambergris mengambang di laut yang mengeluarkan bau menjijikkan.

"Kami menggunakan tali untuk mengumpulkan dan membawa ambergris itu ke dalam perahu," kata Al Khalid dilansir Viral4Real.

Ditawar Rp 32 Miliar

"Saya diberitahu sebelumnya bahwa ambergris memiliki bau menjijikkan. Tapi setelah beberapa hari ambergris mengeluarkan aroma yang menyenangkan," kata dia. "Kami bergegas kembali ke pantai dengan sukacita dan penuh kebahagiaan."

Setelah beberapa hari, dua orang pedagang dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi menghubungi mereka. Keduanya menawarkan harga mulai dari US$ 19.485 (sekitar Rp 255 juta) hingga US$ 35.000 (sekitar Rp 459 juta) per kilogram.

Jika ambergris sebanyak 80 kg itu terjual, Khalid dan dua temannya bakal mendapat keuntungan US$ 2,5 juta (sekitar Rp32 miliar) sampai US$ 2,8 juta (sekitar Rp36 miliar)!

Kenapa Harganya Mahal?

Dalam dunia industri pembuatan parfum, ambergris atau orang-orang sering menyebutnya 'muntahan ikan paus' merupakan bahan baku yang langka dan mahal. Untuk mendapatkan bahan berbentuk seperti lilin ini, harus menunggu ikan paus sperma memuntahkan sekresi dari dalam perutnya.

Sekresi berwarna putih itu biasanya ditemukan mengambang di laut tropis dan digunakan dalam industri pembuatan parfum. Meski pada awalnya mengeluarkan bau menjijikkan, namun setelah kering dan mengeras, ambergris akan berbau harum dan lembut.

Pabrik parfum terkenal, seperti Chanel dan Lanvin, memanfaatkan kemampuan ambergris untuk menciptakan parfum yang tahan lama jika digosokkan pada kulit manusia.

Sumber: www.dream.co.id

Komentar
Tag Terkait