TitikNOL - Tenis meja merupakan cabang olahraga yang cukup populer oleh masyarakat Indonesia, baik di tingkat lingkungan rumah hingga internasional. Bahkan, olahraga ini memiliki induk organisasi internasional.
Olahraga tenis meja biasa dimainkan oleh dua pemain atau dua pasangan menggunakan raket/bat yang saling berlawanan satu sama lain. Raket/bat yang digunakan terbuat dari papan kayu yang sudah dilapisi karet.
Lantas bagaimana sejarah tenis meja dan apa induk organisasinya? Berikut ulasannya dikutip dari 'Buku ajar teori dan praktik permainan tenis meja' oleh Andi Kasanrawali.
Sejarah Tenis Meja
Menurut sejarahnya, permainan tenis meja berasal dari Inggris pada abad ke 19 dengan beberapa sebutan yaitu gossima, pingpong dan whiff-whaff. Namun, hampir di semua negara mengenal permainan tenis meja dengan sebutan ping-pong.
Permainan tenis meja diadopsi dari permainan tenis lapangan. Mulanya pada tahun 1901 ping-pong dijadikan sebagai merek dagang sebuah perusahaan yang berasal dari Inggris milik J. Jaques & Son Ltd.
Setelah resmi menjadi merek dagang, nama "ping-pong" kemudian dipakai untuk permainan yang menggunakan peralatan dari perusahaan milik J. Jaques & Son Ltd.
Bagi pemain yang menggunakan peralatan dari perusahaan lain, mereka tetap menggunakan istilah tenis meja. Baru pada tahun 1920-an, J. Jaques & Son Ltd. menjual hak nama "ping-pong" kepada Parker Brothers yang berasal dari Amerika.
Parker Brothers pun juga menjadikan ping-pong sebagai merek dagang di Amerika pada tahun 1920-an, sejak itulah sebutan tenis meja lebih banyak digunakan oleh organisasi-organisasi yang ada dibanding menggunakan nama pingpong.
Pada awalnya permainan tenis meja belum dianggap sebagai olahraga karena hanya dilakukan oleh kaum bangsawan untuk mengisi waktu luang setelah selesai makan malam.
Peralatan yang digunakan pun sangat sederhana, yaitu sebaris buku yang dijadikan sebagai pembatas atau net yang disusun diatas meja makan dan bola yang terbuat dari karet atau gabus.
Induk Organisasi Tenis Meja Internasional Adalah...
Setelah dikenal banyak orang dan terus berkembang, pada tahun 1900-an permainan tenis meja mulai masuk ke Eropa dan Asia. Permainan tenis meja mulai populer di Eropa dan Indonesia setelah tahun 1918, yaitu ketika berakhirnya Perang Dunia I.
Kemudian pada tanggal 15 Januari 1926 tepatnya di Berlin, dibentuklah sebuah organisasi yang menaungi permainan tenis meja di level internasional.
Induk organisasi tenis meja Internasional adalah International Table Tennis Federation (ITTF). Terbentuknya ITTF ini diprakarsai oleh Dr. George Lehmen yang berasal dari Jerman. Sedangkan, presiden ITTF yang pertama dijabat oleh Hon Ivor Montagu yang berasal dari Inggris.
Anggota ITTF saat itu hanya terdiri dari delapan negara saja, yaitu Inggris, Polandia, Jerman, Swedia, Perancis, Cekoslowakia, India, dan Jepang.
Adapun, Induk organisasi tenis meja di Indonesia adalah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia yang disingkat menjadi PTMSI.
Lahirnya Kompetisi Resmi
Dibentuknya ITTF juga turut melahirkan peraturan resmi kompetisi tenis meja. Lalu pada bulan Desember 1926, ITTF mengadakan sebuah pertandingan tenis meja di London, Inggris yang diberi nama kejuaran Eropa.
Kejuaran ini rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Tepat setelah selesai pelaksanaan kejuaran Eropa yang pertama, maka pada tanggal 12 Desember 1926, induk organisasi tenis meja ITTF mengubah nama Kejuaraan Eropa menjadi Kejuaraan Dunia.
Berita ini telah tayang dI detik.com, dengan judul: Sejarah Induk Organisasi Tenis Meja Internasional Lengkap