Capaian Penyerapan Belanja dan Pendapatan Daerah Cilegon di Atas Rata-rata Nasional

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani (TitikNOL)
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani (TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Penyerapan belanja anggaran daerah Pemkot Cilegon hingga 21 Juni 2022, baru mencapai 27,36 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani.

Menurut Dana, capaian 27,36 persen itu masih dalam zona pertengahan jika dibandingkan dengan capaian belanja tingkat nasional.

"Dibandingkan dengan capaian belanja tingkat nasional, kita di peringkat pertengahan, karena secara maksimal nasional pun yang paling tinggi adalah 34,26 persen, paling rendah itu 3,85 persen, jadi kita masih di zona pertengahan Cilegon itu," kata Dana kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Sementara untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon, kata Dana, sampai 21 Juni 2022 mencapai 34,17 persen.

Jumlah itu pun jika dibandingkan dengan nasional, tetap di pertengahan capaian nasional baru mencapai 30,09 persen pendapatannya.

"Saya ulangi untuk belanja daerah dari anggaran Rp 2.221.673.779.914 itu baru realisasi 607.892.459.803 atau 27,36 persen atau Rp607 miliar. Sementara pendapatan dari target 1.761.658.770.914 baru tercapai 601.877.136.119 atau 34,17 persen. Jadi secara umum Cilegon masih di atas rata-rata nasional," ujarnya.

Lebih lanjut Dana menjelaskan, banyak hal yang menjadi faktor atau kendala serapan belanja masih 27,36 persen. Salah satunya adalah proses lelang yang masih berlangsung.

"Sekarang apa yang menjadi kendala serapan belanja Cilegon masih 27,36 persen? Banyak hal. Pertama, proses lelang masih berlangsung. Kemudian kebijakan pusat kaitan dengan TKDN. TKDN itu kewajiban memakai produk lokal 40 persen itu perlu penyesuaian, artinya regulasi kemudian penyesuaian mekanisme, SOP dan lain sebagainya itu perlu penyesuaian di semua daerah, sehingga ini menjadi kendala di semua daerah bukan hanya di Cilegon saja," ungkapnya.

"Mau tidak mau ini menjadi salah satu hal yang memperlambat penyerapan belanja di semua daerah, tetapi secara umum belanja ini tetap masih berlangsung terus dan diharapkan di triwulan III, sudah ada percepatan dari penyerapan belanja ini. Karena setiap bulan pun Pak Wali Kota mengevaluasi ini, OPD mana yang penyerapan belanjanya masih rendah, OPD mana yang sudah tinggi penyerapannya, temasuk pendapatan," sambungnya.

Khusus untuk pendapatan, Dana optimis bahwa Cilegon bisa mencapai target yang ditetapkan di tahun 2022. (Ardi/TN3).

Komentar