pCloud Free

Gubernur Banten Lantik Lima Pejabat Esselon II, Ini Nama-namanya

Gubernur Banten Wahidin Halim saat melantik lima pejabat eselon II di lingkungan pemerintahan provinsi Banten. (Foto: TitikNOL)Gubernur Banten Wahidin Halim saat melantik lima pejabat eselon II di lingkungan pemerintahan provinsi Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten Wahidin Halim, melantik lima pejabat tinggi pratama hasil lelang jabatan di lingkungan pemerintahan provinsi Banten, Jumat (12/1/2018).

Kelima pejabat eselon II tersebut sebelumnya telah mengikuti rangkaian seleksi atau lelang jabatan yang dilakukan Pemprov Banten.

Kelima pejabat tersebut yakni M Yusuf sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Komarudin Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ade Ariyanto Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Gunawan Rusminto Kepala Biro Pemerintahan dan Nana Suryana Kepala Biro Bina Infastruktur dan Sumber daya Alam.

“Saya Gubernur Banten dengan ini secara resmi melantik saudara dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Provinsi Banten. Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” kata Wahidin.

Gubernur Wahidin berharap, pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing serta mampu menjabarkan visi-misi Pemerintah Provinsi Banten.

“Kepada pejabat yang baru, kalian harus bisa menyesuaikan diri dengan semangat Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya.

Gubernur mengungkapkan, pejabat yang dilantik merupakan hasil rangkaian seleksi yang dilakukan Panitia Seleksi sesuai aturan yang berlaku.

“Ada hak prerogratif, tapi hak itu juga berdasarkan penilaian Pansel yang akidah normanya sudah diatur. Apa yang harus dites, wawasan, psikologi, termasuk wawasan pemahaman tupoksi,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk dua jabatan yang masih kosong yaitu Kepala Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan (ARTP) dan Kepala Biro Umum, Gubernur akan melakukan seleksi ulang, pasalnya hasil seleksi kedua jabatan tersebut tidak memenuhi persyaratan.

“Kita konsisten kalau memang tidak memenuhi syarat. Nanti seleksi lagi. Waktu ya kapan-kapan juga bisa,” lanjutnya. (Gat/red)

Komentar