Hati-hati Penggunaan Penyedap Rasa Berlebihan

Foto ilustrasi MSG (vetcin). (Dok:net)Foto ilustrasi MSG (vetcin). (Dok:net)

TitikNOL - Saat memasak, penggunaan penyedap rasa adalah hal yang wajib, karena tanpanya maka masakan yang dibuat tidak akan terasa dan kurang nikmat.

Maka dari itu, banyak digunakan Monosodium Glutamat (MSG), yaitu salah satu jenis bumbu yang paling sering digunakan pada berbagai makanan.

Monosodium glutamate atau orang sering menyebutnya vetcin ini dimasukkan ke dalam masakan agar makanannya menjadi gurih dan sedap. Namun, perlu diketahui, bahwa disamping menggurihkan dan menyedapkan makanan, vetcin juha mempunyai efek samping yang bisa mengganggu kesehatan, jika penggunaannya tida sesuai aturan.

Banyak sekali makanan, minuman dan makanan dalam kemasan yang menggunakan vetcin, bahkan di minuman kemasan seperti yoghurt, saus mengandung vetcin juga.

Karena itu, vetcin adalah satu hal yang sulit untuk kita hindari, namun yang harus dilakukan adalah kita hati hati penggunaan penyedap rasa berlebihan, agar penyedap rasa yang kita makan tidak melewati batas.

Adapun batasan pemakaian penyedap rasa atau vetcin untuk manusia adalah sekitar 0 sampai dengan 120 mg untuk tiap kilogram berat badan orang yang memakannya.

Misal Anda adalah seorang pria atau wanita yang mempunyai berat badan 50 kg, maka ukuran normal atau batas wajar konsumsi penyedap rasa MSG yang disarankan jangan lebih dari 6 gr setiap hari, kalau di ukur dalam ukuran sendok teh, maka jumlahnya kurang lebih 2 sendok teh.

Ini perumpamaan untuk orang dewasa, karena lembaga PBB yang mengurus bidang kesehatan yaitu WHO menyarankan agar bayi dengan umur di bawah 3 bulan tidak boleh menggunakan penyedap rasa atau MSG pada makanannya.

Itulah ukuran wajar dan batas normal penggunaan penyedap rasa atau MSG pada masakan, karena itu jadikanlah ukuran itu sebagai panduan Anda saat memasak ataupun mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG.

Di Negara kita pun, banyak beredar produk makanan dan minuman kemasan yang bebas MSG.  Namun, apakah benar bahwa makanan itu memang benar benar bebas MSG. Untuk itu, ada cara mudah untuk mengenali makanan yang mengandung MSG, seperti :

• Lihat dalam labelnya, apakah ada kalimat autolyzed yeast hydrolysed so protein itu berarti produk tersebut mengandung MSG namun menggunakan sebutan yang lain.

• Selain itu lihat juga labelnya, apakah ada kata sodium caseinate, itu pun sama saja bahwa artinya produk yang bersangkutan mengandung MSG.

• Selain dua kata di atas, temukan juga di label barangkali ada kata hydrolized atau asam amino acid. Kedua kata itu biasa digunakan sebagai nama samaran dari produk MSG yang terdapat pada makanan.

Monosodium Glutamat merupakan penyedap rasa yang dibuat dengan cara memproses gula tetes tebu, yang diproses sedemikian rupa sehingga menjadi butiran yang menyerupai garam, sebagian lagi ada yang halus seperti tepung.

Mengkonsumsinya tidaklah berbahaya, yang menjadikannya bahaya adalah ketidakwajaran ukuran pemakaiannya yang melebihi ketentuan dan rambu-rambu yang ditentukan. Karena itu hati hati penggunaan penyedap rasa berlebihan agar Anda tetap merasakan nikmatnya makanan yang dibumbui dengan penyedap rasa tanpa ada efek samping pada kesehatan.

Apalagi jika Anda menggunakan MSG dalam kadar yang sangat banyak, misal 12 gram tiap harinya bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti:

•       Gangguan Lambung

•       Mual mual

•       Gangguan Tidur

•       Reaksi alergi

•       Hipertensi

•       Diabetes

•       Kanker

•       Asma

•       Penurunan kecerdasan

•       Kelumpuhan

Karena itu, hati hati penggunaan penyedap rasa berlebihan kalau tidak mau terserang penyakit penyakit tersebut.

 

 

 

 

 

Sumber: www.memobee.com

Komentar