Jum`at, 4 April 2025

KPPIP Gencar Koordinasi, Tol Serang Panimbang Ditargetkan Rampung 2019

Tol Serang - Panimbang. (Dok: housing-estate)
Tol Serang - Panimbang. (Dok: housing-estate)

JAKARTA, TitikNOL - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), gencar melakukan koordinasi dengan lembaga terkait, untuk mempercepat realisasi infrastruktur penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Dalam siaran pers yang dikirimkan ke redaksi TitikNOL, Senin (5/6/2017) malam, KPPIP memastikan bahwa proyek tol Serang-Panimbang akan berjalan sesuai jadwal yakni ditargetkan selesai di tahun 2019.

Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo mengatakan, keberadaan ruas tol itu menjadi kunci bagi berkembangnya KEK Tanjung Lesung yang mengusung sektor pariwisata.

“Kedatangan saya datang ke sini juga untuk melihat potensi KEK Tanjung Lesung bisa terkoneksi dengan proyek tol Serang-Panimbang yang pada 2019 dijanjikan akan beroperasi," ujar Wahyu, saat berkunjung ke KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Sabtu (3/6/2017) pekan kemarin.

Kata dia, keberadaan tol Serang-Panimbang dan KEK Tanjung Lesung harus sinergis. Di mana wisatawan yang menuju KEK Tanjung Lesung dari arah Jakarta bisa menghidupkan traffic ruas tol Serang-Panimbang yang ditargetkan beroperasi di tahun 2019.

Sebaliknya, keberadaan ruas tol bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung yang selama ini masih terkendala waktu tempuh. Ruas tol sepanjang 83,9 kilometer itu bakal memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung.

“Paling tidak tiga jam bisa sampai ke sini, seperti Jakarta-Bandung," kata Wahyu.

Wahyu optimistis, keberadaan tol Serang-Panimbang bisa membuat investor tertarik menanam modal di KEK Tanjung Lesung, sejalan dengan investment grade (kemudahan investasi). Selain itu, ruas tol juga bisa membuka keterisolasian daerah Banten Selatan.

"Intinya menurut saya keberadaan tol Serang-Panimbang ini menjadi kunci," tambahnya.

Sebelum menyambangi KEK Tanjung Lesung, Wahyu yang didampingi Asdep Transportasi Kementerian Koordinator Perekonomian Tulus Hutagalung dan Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto, sempat menggelar rapat bersama instansi terkait, antara lain dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), membahas bottlenecking di proyek tol yang sudah memasuki proses pembebasan lahan.

Diakuinya, proses pembebasan lahan sebagian besar sudah berhasil dilakukan di Kabupaten Serang. “Namun untuk di Pandeglang masih membutuhkan upaya lebih keras,” tukasnya.

Wahyu berharap, proyek yang nilai investasinya mencapai Rp11,3 triliun itu bisa mengurangi biaya logistik pengiriman barang dari kawasan industri di Pandeglang ke pelabuhan di Jakarta dan sebaliknya. (red)

TAG tol
Komentar
Tag Terkait