Banyak Tanah Negara di Jalur Tol Serang-Panimbang

Kepala Bappeda Banten Hudaya Latuconsina menjelaskan mengenai progres rencana pembangunan Tol Serang-Panimbang, di Masjid Raya Albantani, Jumat (15/6/2016). (Foto: TitikNOL)
Kepala Bappeda Banten Hudaya Latuconsina menjelaskan mengenai progres rencana pembangunan Tol Serang-Panimbang, di Masjid Raya Albantani, Jumat (15/6/2016). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Serang-Panimbang mulai diproses. Pemerintah pusat, Pemprov Banten, bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) mulai terjun ke lokasi mengecek harga lahan. Hasilnya, diketahui cukup banyak lahan milik negara di jalur sepanjang 83,6 Kilometer tersebut.

"Banyak tanah negara yang dilewati. Solusinya ya nanti itu diatasi oleh pusat, antar kementerian antara Menteri BUMN, Menteri Kehutananan dan lainnya," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina, ditemui di KP3B, Jumat (15/6/2016).

Hudaya mengatakan, pihaknya terus mengikuti progres berkaitan dengan rencana pembangunan Tol Serang-Panimbang tersebut.

"Di pusat kan sekarang sedang menyelesaikan proses tender. Kita juga terus pantau perkembangan pembebasan lahan. Dan keliatannya bukan hanya soal tol itu, tetapi Waduk Karian, Waduk Sindangheula, itu Pak Menteri sangat respon. Mudah-mudahan tidak ada kendala," katanya.

Meski demikian, pihaknya mengaku belum menerima laporan secara detil mengenai progres pembebasan lahan.

"Sejauh ini kan progresnya masih jalan, belum tahu (berapa yang sudah dibebaskan, red). Nanti reportnya per bulan," tukasnya.

Informasi terakhir dari pusat, kata Hudaya, pembebasan lahan dan peletakan batu pertama Tol Serang -Panimbang ditargetkan tahun 2016 ini rampung.

"Targetnya tahun ini selesai pembebasan lahan. Bahkan tahun ini groundbreaking katanya," imbuhnya. (Kuk/dd)

Komentar