CILEGON, TitikNOL - Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta, irit bicara terkait sumber anggaran pembelian kursi roda yang disoal elemen masyarakat.
Sanuji mengaku tidak bisa berkomentar banyak terkait hal tersebut. Bahkan, dia menyarankan agar awak media menanyakan langsung kepada Wali Kota Cilegon Helldy Agustian.
"Ke Pak Wali aja biar satu pintu. Tapi yang saya tahu anggarannya itu anggaran pribadi, bersama - sama patungan dengan Pak Wali," ungkap Sanuji, Rabu (21/4/2021).
Bantuan kursi roda untuk penyandang disabilitas dan warga kurang mampu itu, rencananya akan menjadi program berkelanjutan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
"Program itu berkelanjutan. Tapi yang sekarang dana pribadi bersama - sama patungan dengan Pak Wali, tahun depan baru kita anggarkan. Mudah-mudahan nanti pada peduli semua," kata Sanuji.
Baca juga: Anggaran Pembelian Kursi Roda oleh OPD di Pemkot Cilegon Disorot
Diberitakan sebelumnya, Ketua LSM Gappura Banten Husen Saidan mempertanyakan sumber anggaran yang digunakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cilegon untuk membeli kursi roda.
Menurut Husen, Pemkot Cilegon harus transparan terkait anggaran yang digunakan tersebut.
"Pembagian kursi roda itu bagus, patut diapresiasi. Tapi saya sebagai masyarakat juga bertanya - tanya, anggaran yang digunakan untuk membeli kursi roda itu dari APBD atau pribadi?, harus transparan. Kalau dari APBD kok bisa secepat itu langsung beli kursi roda, kan ada aturannya, nggak bisa main beli begitu aja," kata Husen kepada wartawan, Selasa (20/4/2021) kemarin.
Di sisi lain, Husen mengaku khawatir ada tekanan dari pimpinan kepada pejabat OPD dibalik pembelian kursi roda tersebut.
"Saya khawatir ada bentuk tekanan dari pimpinan kepada pejabat OPD untuk membeli kursi roda. Itu nggak boleh, karena nyumbang harus ikhlas, nggak boleh ada kesan paksaan," tuturnya. (Ardi/TN1).