Titiek Soeharto: Kalau Mau Daging Harga Rp80 Ribu, Beli ke Istana Saja!

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto saat menerangkan kepada wartawan jika harga daging sapi sulit untuk ditekan karena tingginya harga sapi dari Bangkalan, Madura. (Foto: TitikNOL)Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto saat menerangkan kepada wartawan jika harga daging sapi sulit untuk ditekan karena tingginya harga sapi dari Bangkalan, Madura. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kebijakan Presiden RI soal imbauan bagi para pedagang agar menjual daging seharga Rp80 ribuan per Kilogram, ternyata tidak bila diaplikasikan di sejumlah pasar di Indonesia. Seperti di Pasar Induk Rau, Kota Serang.

Bahkan, saat Komisi IV DPR RI melakukan sidak di PIR, harga daging masih di angka Rp125 ribu.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, harga daging sulit untuk ditekan harga karena tingginya harga sapi dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

"Daging itu kalau sudah ke pedagang tidak mungkin bisa Rp80 ribu. Selama harga sapi hidup di Bangkalan masih Rp43 ribu per Kilogram. Kalau harga sapinya bisa diturunkan, pedagang bisa menjual di bawah Rp100 ribu," kata Titiek Soeharto, kepada wartawan, di PIR, Kota Serang, Senin (20/6/2016).

Titiek menyindir keinginan Presiden Joko Widodo untuk menekan harga daging hingga Rp80 ribu. "Kalau mau beli daging sekilo Rp80 ribu, berarti belinya di istana (presiden) saja," cetus dia.

Ia menilai ke depan pemerintah harus bisa memprediksi impor daging sapi dari jauh-jauh hari. "Ke depan pemerintah jauh-jauh hari sudah mengimpor daging. Tidak dadakan seperti ini. Akhirnya memang jadi tetap susah untuk ditekan harganya," kata Titiek lagi. (Meghat/dd)

TAG dprri
Komentar