6 Bulan Alami Kelumpuhan, Ibu Muda di Cilegon Ini Butuh Bantuan untuk Berobat

Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatullah saat menyambingi Dian Marisa yang mengalami lumpuh. (Foto: TitikNOL)
Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatullah saat menyambingi Dian Marisa yang mengalami lumpuh. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Dian Marisa (38), warga Lingkungan Pegantungan Baru, Kelurahan Jomban Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, sudah 6 bulan menderita kelumpuhan.

Dian hanya bisa terbaring menjalani kesehariannya di rumah mertuanya yang kondisinya sangat memperihatinkan.

Ibu muda ini awalnya terjatuh saat mengandung anak bungsunya yang saat ini berusia 1 tahun. Dia terjatuh saat usia kandungannya baru 2 bulan.

Usai mengalami kecelakaan itu, pinggulnya merasa sakit saat berjalan kaki. Rasa sakit itu dibiarkan tanpa pengobatan medis.

"Sakitnya kira-kira sudah 6 bulan, kalau tidur begini (hanya bisa mengangkat pinggul)," kata suami Dian, Lutfi kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Sebelum menderita lumpuh, Dian terlebih dahulu mengalami pincang saat berjalan kaki. Lutfi mengatakan sang istri belum pernah diperiksa ke dokter karena tidak punya biaya dan hanya bisa membawa istrinya ke pengobatan alternatif.

"Ke dokter belum, cuma pake alternatif saja, katanya ya saraf kejepit lah," ujarnya.

Persoalan biaya menjadi kendala Lutfi untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Lutfi yang bekerja serabutan mengaku hanya bisa membiayai kehidupan sehari-hari untuk biaya makan istri dan ketiga anaknya.

"Ya karena terkendala biaya, ada anak balita masih kecil harus ASI, jadi belum siap," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah yang ditemui saat memberikan bantuan kepada Dian mengatakan, pihaknya sudah menghubungi beberapa dinas terkait untuk membantu pengobatan dan biaya hidup keluarga Dian.

"Laporan warga ada yang sakit berkepanjangan, 6 bulan, saya sebagai anggota DPRD merasa terpanggil, saya coba dengan Dinkes dan RSUD Cilegon dan Dinsos untuk coba dibantu dirawat atau BPJS-nya diaktifkan," ujarnya.

Selain itu, rumah yang ditempati Dian di dan suaminya itu juga dinilai masuk dalam kategori rumah tidak layak huni. Untuk itu, dia mengusahakan agar rumah tersebut mendapat bantuan renovasi.

"Soal rutilahunya ini mudah-mudahan dapat dibantu pemerintah, yang penting pemerintah gerak cepat," imbuhnya. (Ardi/TN2).

Komentar