Belajar di Rumah Diperpanjang, Pedagang Seragam Sekolah Merugi

Maman, salah satu pedagang seragam sekolah di Pasar Induk Rau, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Maman, salah satu pedagang seragam sekolah di Pasar Induk Rau, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Dampak diperpanjangnya masa belajar di rumah bagi para siswa/siswa tingkat SD/SMP dan SMA, membuat para pedagang seragam sekolah di Pasar Induk Rau, Kota Serang sepi pembeli dan merugi hingga 50 persen.

Pantauan di salah satu lapak pedagang, pembeli seragam sekolah terlihat sepi. Terlihat hanya dua hingga tiga pembeli yang datang. Hal itu berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, dimana memasuki masa tahun ajaran baru biasanya membludak.

Maman, salah satu pedagang seragam sekolah mengaku mengalami kerugian hingga lima puluh persen. Jika biasanya ia mendapatkan Rp30 hingga Rp60 juta rupiah, saat ini hanya mampu mendapatkan Rp10 juta saja.

"Sepi mas mungkin karena pandemi covid19 ini yah, biasanya toko membludak ini mah paling dua hingga lima orang perharinya," kata Maman, Rabu (24/6/2020).

Hal serupa juga dialami Maryani pedagang seragam sekolah lainnya. Ia mengaku biasanya mendapatkan orderan setiap memasuki tahun ajaran baru, namun kini justru sepi.

"Biasanya target 100 persen itu tercapai, sekarang paling cuma 30 persennya aja pendapatan, sepi mas sekarang," kata Maryani.

Kendati demikian, Ia hanya bisa menunggu sampai kondisi kembali normal dan para siswa sekolah mulai masuk sekolah kembali.

"Kalau barang mah disimpan saja mas, menunggu kondisi normal kembali," tegasnya.

Pantauan di lapak pedagang, tumpukan seragam sekolah dari mulai seragam Sekolah Dasar, SMP/SMA, celana, topi hingga alat tulis masih banyak menunpuk. (Gat/TN1)

Komentar