Belasan Warga di Malingping Selatan Terkena Chikungunya dan DBD

Caption: Warga Cikeusik timur secara swadaya melakukan penyemprotan disfektan anti Covid-19. Sementara warga setempat juga tengah banyak yang terserang wabah Cikungunyah dan DBD. Jumat (3/4). (Foto: TitikNOL)
Caption: Warga Cikeusik timur secara swadaya melakukan penyemprotan disfektan anti Covid-19. Sementara warga setempat juga tengah banyak yang terserang wabah Cikungunyah dan DBD. Jumat (3/4). (Foto: TitikNOL)
LEBAK, TitikNOL – Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan warga untuk bertahan diri di rumah, belasan warga di Kampung Cikeusik Timur (Ciktim) RT 05/02, Desa Malingping Selatan, mengalami sakit yang diduga disebabkan dari wabah nyamuk Chikungunya dan Demam Berdarah Degue (DBD).

Informasi yang didapat dari Roif Setiawan, warga setempat, belasan warga alami berat di bagian kaki disertai demam tinggi dan pusing-pusing. Kulit warga pun terserang gatal-gatal.

"Gejala awal yang dilaporkan penderita itu mereka pusing, mual, kaki berat bercampur badan panas dingin setelah itu kulit gatal gimbal," ujar Roif, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, setelah beberapa warga diperiksa ke klinik terdekat, mereka diduga mengalami serangan Chikungunya.

"Kalau menurut warga yang sudah dibawa ke klinik, mereka dinyatakan terkena Cikungunyah. Tapi sebagian sudah agak mendingan, namun yang lain masih mengalami sakit, jumlah yang terkena ada sekitar 16 orang. Selain itu ada satu orang warga di sini yang positif terkena DBD," terangnya.

Warsih (41), salah seorang warga di kampung itu mengaku terkena penyakit Chikungunya. Hal itu diketahui setelah dirinya berobat ke klinik terdekat. Beruntung kini dirinya sudah mulai pulih karena cepat mendapat perawatan.

"Kata dokter itu gejala Cikungunyah. Yang terasa sih kaki saya kesemutan terus berat dilangkahkan, badan panas dingin, kepala terasa pusing dan setelah itu kulit gimbal dan gatal. Sekarang mah udah mendingan," aku Warsih.

Warga lainnya, Juju Juhariyah, mengakui jika cucunya yang duduk di bangku SMA terpaksa harus dibawa ke RSUD adjidarmo Rangkasbitung, karena positif DBD.

"Ya cucu saya yang bernama Dika yang baru kelas 1 SMA terkena DBD, itu kata dokter di puskesmas harus dirawat Rangkas. Sekarang masih dirawat," ungkapnya.

Terkait hal ini, tokoh masyarakat setempat, Mahnun, meminta adanya Fogging anti DBD di wilayah Kampung Cikeusik Timur, agar penyebarannya tidak semakin meluas.

"Sekarang ini sedang melanda korona dan musim hujan. Ada baiknya pemerintah melakukan penyemprotan anti DBD, agar wabah DBD dan Cikungunyah tidak menyebar," kata Maknun.

Seperti diketahui, Chikungunya disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya. (Gun/TN1)

Komentar