Didi Saeful Bahri Optimis Bakal Wujudkan Tangerang Creative Hub

Didi Saeful Bahri Caleg DPRD Kota Tangerang dari dapil 1. (Foto: TitikNOL)Didi Saeful Bahri Caleg DPRD Kota Tangerang dari dapil 1. (Foto: TitikNOL)

KOTA TANGERANG, TitikNOL - Terobosan baru mewujudkan Kota Tangerang menjadi pusat industri kreatif untuk memfasilitasi anak-anak muda berkreasi, menjadi salah satu alasan kuat bagi Didi Saeful Bahri terjun ke dunia politik.

Tak tanggung-tanggung, pria berusia 24 tahun itu berusaha keras mewujudkan mimpinya membangun Tangerang Creative Hub (TCH) melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tangerang.

Ketika berbincang dengan TitikNOL, Caleg DPRD Kota Tangerang dari dapil 1 yang meliputi wilayah Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Tangerang, itu mengaku optimis dapat mewujudkan mimpinya dalam mengembangkan potensi anak muda dalam bidang ekonomi kreatif melalui partai yang mayoritas diisi oleh kaum muda milenial yang akhir-akhir ini tenar dengan sebutan Sis dan Bro dikalangannya itu.

"Saya ingin mendorong pembuatan Tangerang Creative Hub, supaya pegiat ekonomi creative bisa menggunakan TCH itu untuk mengembangkan usaha-usaha kreatif mereka,"katanya saat berbincang dengan TitikNOL," Rabu (27/2/2019).

Mulai dari awal niat Didi Saeful telah nampak dari semangat kerja keras yang diturunkan bapaknya sebagai buruh pabrik di Cikupa dan seorang ibu rumah tangga biasa, itu saat melakukan sosialisasi kepada warga ketika memberikan pengertian tentang membangun ekonomi kreatif.

Ketika disinggung terkait anggaran dan tempat untuk mewujudkan TCH di Kota Tangerang, caleg nomor urut 2 dari PSI Kota Tangerang dapil 1, itupun menyebut bakal menempati beberapa mall yang ada di Kota Tangerang dengan menggunakan anggaran dari SILPA yang tidak terserap pada tahun 2018 mencapai Rp 800 milliar untuk wujudkan pengembangan ekonomi kreatif.

"Tempatnya di mall yang sudah kurang dilihat masyarakat seperti Balekota mall, Shinta mall dan ada Metropolis yang bisa kita sewa atau kita beli sebagian untuk pembuatan TCH tersebut. Aggarannya ada tahun lalu melalui Silpa atau sisa anggaran Kota Tangerang yang mencapai Rp 800 milliar. Kalau seandainya, sisa anggaran 800 milliar itu bisa terserap dengan baik oleh pemerintah, saya kira itu cukup untuk pembuatan TCH secara bertahap untuk mengembangkan potensi anak muda dalam bidang ekonomi kreatif,"ungkap Didi.

Meski demikian, ia pun rencananya bakal memperbanyak taman kota di seluruh wilayah Kota Tangerang. Pasalnya, saat ini taman kota yang hanya berada di kota dinilai menimbulkan kecemburuan sosial terhadap warga yang berada di wilayah pinggiran.

Bahkan dia akan memanfaatkan Bus Tayo salah satu bus dambaan warga Kota Tangerang untuk mengantarkan warga ke setiap taman dalam seminggu sekali tanpa pungutan biaya alias gratis. (Don/TN).

Komentar