Jelang Lebaran

Disperindag Tak Jamin Kendalikan Harga Pangan

Ilustrasi bahan pangan. (Dok: Elshinta)
Ilustrasi bahan pangan. (Dok: Elshinta)

SERANG, TitikNOL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten mengakui tidak bisa mengendalikan harga sejumlah bahan pangan jelang Lebaran 1437 H ini. Hal tersebut disebabkan harga sejumlah komoditi berubah-ubah atau fluktuatif di pasaran.

“Kalau stok kita sudah aman, Bulog juga sudah siap seperti beras, gula terigu. Pokoknya semua aman lah. Cuma yang tidak bisa kita kendalikan yaitu harga, karena fluktuatif. Itu kan harga itu kondisi lapangan, bisa turun bisa naik,” kata Kepala Disperindag Banten, Wahyu Wardana, ditemui di KP3B, Kota Serang, Jumat (24/6/2016)

Menurutnya, pemerintah memang tidak bisa mempengaruhi harga pasar. Yang bisa dilakukan adalah memastikan ketersediaan pangan aman.

“Ya, kalau harga memang sudah pasar. Pemerintah enggak bisa mempengaruhi harga. Upaya kita bagaimana ketersediaan barang itu aman," tukasnya.

Ia menuturkan, petugas Disperindag provinsi bekerja sama dengan kabupaten/kota terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan di pasaran.

“Sampai tadi malam di Pasar Tanah Tinggi itu masih aman. Di sana kan grosir sayur mayur dan buah-buahan, itu setiap harinya 3.000 ton masuk, tidak ada masalah,” imbuhnya.

Terkait harga daging di pasaran Banten berkisar Rp120 ribu per kilogram. Namun, menurutnya yang perlu diantisipasi yaitu kualitas dagingnya.

“Harga daging itu beda-beda di pasaran, daging contohnya itu kan ada yang tetelannya juga dan itu harganya beda-beda. Kalau harga daging tertinggi itu Rp120 ribu dan itu juga sebetulnya yang kualitas baik. Tapi, ada juga yang kualitasnya rendah, tapi harganya segitu. Ini kita pantau terus dengan Disperindag kota/kabupaten,” cetusnya. (Kuk/rif)

Komentar