SERANG, TitikNOL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten telah membentuk Tim Pengendali Inflasi (TPID) yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Sub Divisi Regional Serang dan Polda Banten untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok. Tim saat ini sedang bekerja mengantisipasi kenaikan harga pangan jelang Ramadan Mei mendatang.
"TPID sudah berjalan, rakor-rakor juga terus kita lakukan. Tapi bedanya kalau Disperindag rakor terkait informasi harga dan ketersediaan barang, kalau TPID lebih kepada mengantisipasi pengendalian inflasi dan sebab-sebabnya. Jadi kalau antisipasi harga itu ada tim terpadu," ujar Kepala Disperindag Banten, Babar Suharso, kepada wartawan, Selasa (25/4/2017).
Meski demikian, ia mengklaim harga sejumlah kebutuhan pokok di Provinsi Banten saat ini masih stabil.
"Kemarin memang ada harga kebutuhan pokok yang terindikasi mengalami kenaikan cukup tinggi, contohnya cabe rawit sampai Rp140 ribu tertingginya. Tapi sekarang sudah stabil, cabai besar juga sudah murah sekitar Rp27 ribu, di bawah Rp30 ribu. Begitu juga cabai keriting Rp33 ribu," ungkap Babar.
Pihaknya terus memantau beberapa jenis barang kebutuhan pokok di pasar-pasar induk di Banten.
"Seperti beras, cabai, bawang, tepung, minyak dan gula. Itu yang biasanya naik, kita koordinasi dengan kabupaten/kota dan menurut laporan," tukasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banten Muflikhah meminta Pemprov Banten mengantisipasi kenaikan harga saat memasuki bulan puasa.
"Menyikapinya harus dari jauh-jauh hari, harus dari sekarang supaya ada evaluasi dari bulan puasa kemarin. Artinya kenapa terulang lagi? Jadi ada apa? Greget saya juga, mudah-mudahan di tahun ini jangan sampai terulang dan bisa diantisipasi," tegasnya. (Kuk/red)