DPRD Sebut Warga Gatal Usai Konsumsi Ikan Beku, Bulog: Mereka Punya Alergi

Ilustrasi. (Dok: Antara)
Ilustrasi. (Dok: Antara)

LEBAK, TitikNOL – Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PDI Perjuangan Agus Ider Alamsyah, mengaku kaget dengan adanya laporan dari warga di Desa Kandang Sapi, Kecamatan Cijaku, yang alami gatal-gatal setelah konsumsi ikan tongkol beku yang dikirim oleh Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang.

“Saya kaget, ada warga yang menghubungi saya bahwa ada warga di Kandang Sapi yang gatal-gatal setelah konsumsi ikan tongkol beku dari Bulog. Ini kenapa bisa terjadi seperti ini, apakah kualitas barangnya kurang bagus hingga membuat warga gatal-gatal,” tanya Agus, saat menghubungi wartawan, Selasa (7/4/2020).

Menurut Agus, dengan adanya laporan tersebut, dirinya menduga bahwa kualitas komoditi yang diterima oleh warga penerima kurang baik. Dirinya juga meminta kepada para suplier, baik itu CV. Astan, PT. Aam dan Bulog, untuk lebih memperhatikan kualitas barang yang dikirim kepada masyarakat.

“Meminta kepada seluruh suplayer baik Astan, Aam wabilhhusus Bulog, agar komoditinya lebih berkualitas dan jangan membohongi rakyat. Jika demikian, saya yang akan paling depan mempersoalkan ini,” tegas Agus.

Sementara itu, Farid Mukti mewakili Bulog Divre Lebak-Pandeglang, tidak menampik adanya suplai komoditi pangan berupa ikan tongkol beku kepada salah satu agen e- warong di desa Kandang Sapi, Kecamatan Cijaku.

Diminta tanggapan terkait adanya warga yang alami gatal-gatal setelah konsumsi tongkol beku yang disuplai pihaknya, menurut Farid bukan karena jeleknya kualitas melainkan warga yang konsumsi itu memiliki alergi.

"Iya benar itu kan suplai bagi KPM yang meminta. Kan ada menu pilihan, ada ayam ada ikan ada daging, silahkan KPM memilih ke agen. Dari situ silahkan, oh ingin ikan ya ikan, kita kirim ikan. Oh ingin ayam, oh ingin daging maka variasi permintaan muncul, kebetulan dia (KPM) itu punya penyakit alergi itukan pribadi seseorang yah, itukan istilahnya masing - masing individu jadi tidak bisa di generalisir," ujar Farid dihubungi TitikNOL.

"Kemarin kan KPM meminta ayam, banyak keluhan karena ada yang besar ada yang kecil. Maka yang kecil kita (Bulog) ganti, terus apalagi nih selain ayam. Terus minta ikan, ikan itu sebelum didistribusikan kita uji coba dulu kan, sekarang siapa yang alergi kan enggak di munculin (disebutkan). Siapa yang alergi kan bisa kita tanggung, kalau itu kan bisa diganti dan akan kita tarik. Itu isteri TKSK itu di desa Cibereum Cijaku jadi agen e - warong," imbuhnya.

Seperti diketahui, sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Sembako di Desa Kandang Sapi, Kecamatan Cijaku, mengaku terkena alergi diduga akibat mengkonsusmsi ikan tongkol beku yang didistribusikan oleh Perum Bulog ke agen e-warong. (Gun/TN1)

Komentar