Jum`at, 4 April 2025

IWO Lebak Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan

Ilustrasi. (Dok: Borneonews)
Ilustrasi. (Dok: Borneonews)

LEBAK, TitikNOL - Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lebak Asep Alibuni, menanggapi soal aksi kekerasan yang dialami wartawan TitikNOL oleh oknum Kepala Desa Darmasari, Kecamatan Bayah bernama Ahmad Yani.

"Kalau benar kekerasan itu terjadi, kami (IWO) Lebak sangat menyayangkan dan menyesalkan juga mengutuk kekerasan yang dialami Gusrian wartawan TitikNOL. Kami berharap penyidik Polsek Bayah serius mengungkap dan mengusut tuntas kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Darmasari itu beserta dua orang lainnya," tegas Asep Alibuni saat dihubungi wartawan, Rabu (17/1/2018).

Sementara, Ahmad Yani Kepala Desa Darmasari, Kecamatan Bayah saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan WhatsAppnya membantah bila dirinya disebut melakukan penganiayaan dan pengeroyokan kepada Gusrian salah satu wartawan media online TitikNOL.

"Oh ini pak, sebenarnya itu masalah terkait pasir dan bukan pula pengoroyokan, itu sangat mengada -ngada. Percaya kami kepada wartawan bisa menyikapi permasalahan. Itu terlalu pak, kronologisnya bukan itu. Tapi naik beritanya di media lain, malah dari pihak keluarga kami pun dan warga akan melapor balikan tentang berita dan sangat terlalu berlebihan menjustis kami, kok enggak nyambung kejadian dengan berita," ujar Ahmad Yani.

Baca juga: Tidak Terima Diberitakan, Oknum Kades di Lebak Keroyok Wartawan

Dijelaskan Ahmad Yani, kehadiran dirinya selaku Kades dengan anak dan satu temannya bernama Ronal ke lokasi pasir saat itu adalah untuk melerai kesalahpahaman antara ketua RW setempat dengan Gusrian wartawan online TitikNOL.

"Saya datang untuk menyelesaikan cekcok mulut pak, kalau terkait tambang pasir, izin lingkungan sedang ditempuh di Provinsi pak," kilah Ahmad Yani.

Seperti diketahui, wartawan online TitikNOL bernama Gusrian, alami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa Darmasari.

Saat kejadian, Gusrian sedang berada di lokasi pasir di Kampung Pulomanuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah sekitar jam 15.00 WIB, kemarin. Guna melakukan konfirmasi terkait penutupan tambang pasir yang dilakukan ketua RW setempat.

Namun Gusrian malah diduga dianiaya dan dikeroyok oleh oknum Kades setempat bersama salah seorang anaknya bernama Epen dan Ronal teman Kades.

Akibatnya, Gusrian mengalami sejumlah luka di bagian leher, dagu dan pelipis pipi sebelah kiri. Atas kejadian itu, Rian panggilan akrabnya langsung melakukan Visum dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bayah. (Gun/red)

Komentar