CILEGON, TitikNOL - Ditpamobvit Polda Banten menggelar Rapat Koordinasi Kemitraan kaitan dengan pengamanan objek vital nasional dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 bersama sejumlah pelaku industri di The Royale Krakatau Cilegon, Senin (31/10/2022).
"Ini dalam rangka mendukung sinergitas kemitraan antara Polda Banten dengan para mitra Obvitnas lainnya maupun Obter. Yang kedua, mendukung program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi melalui industri yang ada di Provinsi Banten," kata Dirpamobvit Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi kepada wartawan di Cilegon.
Edy menyampaikan, rapat yang dihadiri oleh sejumlah satuan pengamanan, manajemen pimpinan perusahaan di kawasan Industri di Banten dan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) itu membahas serangkaian pemulihan ekonomi melalui peningkatan pengamanan objek vital nasional.
"Kawasan industri menjadi sentra untuk mengangkat ataupun meningkatkan ekonomi kerakyatan. Untuk itu perlu adanya komunikasi, pembinaan secara teknis, sekaligus kita memberikan sosialisasi tentang manajemen pengamanan dan mengingatkan mitra-mitra Pamobvit tentang tanggung jawab, peran dan pentingnya sistem manajemen pengamanan yang diberlakukan di setiap perusahaan," jelasnya.
Menurut Edy, peningkatan pengamanan di objek vital nasional perlu dilakukan. Pasalnya, keamanan yang diperoleh oleh pihak perusahaan tentu juga akan berimplikasi terhadap keamanan di sekitar lokasi perusahaan serta menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Kami mengimbau juga kepada masyarakat mari sama-sama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, karena perusahaan ada di daerahnya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus untuk mendukung ekonomi Indonesia," ujarnya.
Edy menyebutkan, segala sesuatu yang mengancam objek vital nasional yang berpotensi terjadi seperti pencurian, sabotase, kelalaian hingga menyebabkan bencana perlu diantisipasi.
Oleh karena itu, dalam Rapat Koordinasi Kemitraan itu juga para peserta dibekali dengan pengetahuan sistem manajemen pengamanan yang baik dan benar.
"Jika setiap perusahaan memahami ini mulai dari Leader, Top Manager sampai dengan worker maka kondusifitas keamanan di wilayahnya masing-masing bisa terjaga, apapun bentuk risiko gangguan keamanan itu ya perusahaan tahu," pungkasnya. (Ardi/TN3).