SERANG, TitikNOL – Kapal KM Banawa Nusantara 75 pemberian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada Pemkot Serang dibiarkan rusak dan hingga saat ini belum pernah dioperasikan.
Diketahui, Kapal tersebut diserahkan Kemenhub pada tanggal 23 Desember 2019 dan diterima langsung oleh Wali kota Serang Syafrudin. Awalnya, Kapal itu akan digunakan untuk mengangkut masyarakat yang hendak melintas ke Pulau Karangantu, Pulau Panjang, Pulau Tunda dan Pulau Lima.
Namun Ironinya, kondisi bagian badan Kapal saat ini ada yang mulai lapuk. Bahkan jika diguyur hujan, Kapal mengalami bocor. Ditambah, air laut yang sering meluap dari bawah Kapal, sehingga genangan di dalam Kapal tidak terhindarkan.
"Kapal butuh perawatan, karena kalau hujan Kapal ini banjir. Dari atas jebol, dari bawah pun air meluap. Paling kami rawat dengan alat seadanya. Kayu kalau kena hujan berlapuk, memang harus diganti. Karena kalau kelamaan bisa hancur," kata Kapten Kapal Yogi Tri Saputra saat ditemui di Lokasi, Senin, (4/5/2020).
Menurut Yogi, jika kondisi Kapal dibiarkan tanpa diperbaiki, tidak menutup kemungkinan dalam waktu cepat atau lambat akan hancur. Karena hingga kini, tidak pernah ada perawatan dari Pemkot Serang untuk mengoptimalkan Kapal.
Melihat kondisi Kapal seperti itu, ia mengaku tidak tinggal diam. Kondisi Kapal yang tidak baik itu pernah disampaikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, namun tidak ada respon pasti untuk merawatnya.
"Sudah bilang ke pemerintah Kota lewat Dishub nggak direspon, cuma bilang oh iya ntar. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada perawatan sama sekali," terangnya.
Ia menyebutkan, Anak Buah Kapal (ABK) yang diberi amanah tanggungjawab dalam melakukan perawatan Kapal berjumlah lima orang. Jangankan merawat Kapal, kebutuhan logistik untuk ABK pun kurang mendapat perhatian Pemkot Serang.
"Kapal ini juga tidak pernah dilakukan perawatan karena nggak ada anggarannya. Total crew semuanya 5 orang. Cuma yang fiktif ada 2 orang. Itu mereka tidak pernah hadir di kapal tapi selalu nerima gaji," tukasnya. (Son/Wen/TN1)