Kemarau Panjang, Warga Cipala Kesulitan Air Bersih untuk Kebutuhan Sehari-hari

Warga Cipala terlihat sedang ingin mengisi air menggunakan jerigen. (Foto: TitikNOL)
Warga Cipala terlihat sedang ingin mengisi air menggunakan jerigen. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Warga Cipala, Keluarahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mengalami kekeringan sejak 2 bulan lalu. Untuk mendapatkan air, warga harus mengantre hingga 6 jam disebuah sumur di daerah itu yang masih ada airnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak hanya sebatas mengantre, warga Cipala harus berjalan kaki ke sumber air yang jaraknya sekitar 500 meter dari permukiman.

Sumber air berada di bawah permukiman, untuk menuju ke lokasi sumber air, warga pun mesti turun naik karena wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan.

"Ngantrenya dari pagi pak , ngantre dari jam 4 subuh baru dapet giliran jam 12 (siang) ini," kata salah seorang warga Cipala, Rumsiah (50) kepada wartawan, Selasa (14/8/2018).

Di daerah ini ada 3 sumber air yakni Sumur Gede, Sumur Bebunglang, dan Sumur Rau, 3 sumber air itu saat ini mengalami kekeringan. Ketiga sumber itu dimanfaatkan oleh warga yang berada di 4 RT di Cipala.

Rumsiah mengungkapkan, ia membawa 7 jerigen air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dirinya baru mendapat giliran pukul 12.00 WIB setelah sebelumnya mengantre pada pukul 04.00 WIB dini hari.

"Setiap harinya itu yang mengantre ada 3-10 orang , satu orang ada yang bawa 6 sampai 7 jerigen," jelasnya.

Perlu diketahui, daerah Cipala memang menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba. Biasanya, kata Rumsiah, kekeringan akan berakhir pada Oktober.

" Hingga saat ini, baru satu kali bantuan air datang dari Pemerintah Kota Cilegon. Itupun, hanya 2 tangki air dan cukup untuk warga yang berada di 3 RT,"ungkapny. (Ardi/TN2).

Komentar