Para Tokoh Pendiri Banten Berikan Kritik Pedas Kepada Wahidin-Andika

Para tokoh pendiri Provinsi Banten berfoto bersama usai menggelar pertemuan. (Foto: TitikNOL)
Para tokoh pendiri Provinsi Banten berfoto bersama usai menggelar pertemuan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Para tokoh pendiri Provinsi Banten, memberikan kritikan pedas kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy. Menurut para tokoh, Wahidin dan Andika telah membohongi rakyat.

Kekesalan para tokoh ini terungkap, dalam pertemuan para pendiri Provinsi Banten yang digelar di rumah salah satu tokoh yakni Aeng Haerudin, di Ciracas, Kota Serang, Minggu (28/7/2019).

Menurut Aeng Haerudin, kekecewaan para tokoh ini terjadi karena ketidak hadiran Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, dalam acara silaturahmi Pokja Pembentukan Provinsi Banten.

Aeng yang juga mantan Ketua DPRD Banten era Gubernur Ratu Atut Chosiyah ini menyebut, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy dianggap tidak menghargai kerja keras para tokoh dalam mendirikan Provinsi Banten.

"Para tokoh kecewa. Bahkan tadi ada yang bilang pemimpin kita pembohong rakyat kan, iya saking kecewanya," katanya kepada awak media.

Ia menyebutkan, tanpa adanya perjuangan dari para tokoh, mungkin hingga kini Banten masih menjadi otonomi Jawa Barat.

"Tadi jam 10:00 WIB Pak Wagub nggak bisa hadir karena ada ujian S3 di Bandung, terus Pak Gubernur pas malem bilangnya mau hadir tapi tadi jam 11:30 memutuskan gak bisa hadir juga," terangnya.

"Sayang, ini yang kumpul para tokoh pembentuk Banten, tapi pejabat Bantennya tidak ada yang hadir," ujarnya.

Disisi lain, Aeng juga menuturkan, bahwa pembangunan Banten sejak dipimpin Wahidin-Andika terbilang lambat. Janji politik yang terbangun belum dirasakan sampai ke kalangan masyarakat tingkat bawah.

Padahal, acara silaturahmi yang digelar hari ini merupakan momentum paling baik untuk berdiskusi dan bersama-sama membangun Banten.

"Kalau misalkan hadir pemimpinnya di sini, mungkin bisa dibantu oleh para tokoh yang sekarang di pusat. Tapi kalau mereka tidak dihargai ya sudah, dengar sendiri kan tadi juga," tegasnya.

Senada dikatakan mantan Bupati Serang Taufik Nuriman, yang hadir di acara itu. Menurutnya, jati diri seorang pemimpin adalah mengabdikan diri atas kepentingan rakyat.

"Saya sudah 15 tahun menjabat sebagai pemimpin tidak pernah terlambat dalam acara, kalau pun ada undangan acara saya selalu hadir bahkan 3 hari sebelum pelaksanaan sudah menyatakan siap hadir," tuturnya.

Menurutnya, kepedulian pemimpin dapat dibuktikan dengan hadirnya disetiap acara bersama masyarakat. Taufik pun heran, baru kali ini di Banten ada pemimpin yang susah diajak ketemu rakyatnya.

"Ini mah sehari sebelum acara jawabnya tentatif, itu pejabat ngerti gak arti tentatif ? Ko aneh susah amat ketemu sama masyarakat juga," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar