Pasturi yang Terbakar di Kamar Pernah Bekerja di Malaysia

Pemasangan garis polisi di lokasi kejadian terbakarnya pasutri di dalam kamar. (Foto: TitikNOL)Pemasangan garis polisi di lokasi kejadian terbakarnya pasutri di dalam kamar. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Tragedi terbakarnya pasangan suami istri (Pasturi) di Lingkungan Wakaf, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang membuat geger warga.

Terlebih hingga kini, belum ada keterangan secara resmi motif terbakarnya pasturi dari pihak kepolisian. Sehingga, keterangannya masih simpang siur di masyarakat.

Ketua RT 02, RW 02 Lingkungan Wakaf, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang Mustofa mengatakan, bahwa kedua korban itu pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia kurang lebih selama dua tahun.

"Kalau kerja pernah ke Malaysia keduanya. Kira-kira setengah tahun lewat baru pulang dari Malaysia," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa, (19/11/2019).

Untuk menghidupi keluarganya, saat ini Indra Nurhadi (30) selaku suami Fifi (27) mencari nafkah dari hasil pengendara online. Ia menyebutkan, baru setengah tahun keduanya tinggal di Lingkungan Wakaf.

"Kerjanya di grab. Waktu shalat subuh sering ketemu lagi ngelapin mobil," ujarnya.

Baca juga: Istri yang Terbakar Bersama Suaminya Dikamar Dalam Keadaan Hamil

Sementara itu, warga lain Rahmat menyebutkan rumah yang ditempati pasturi itu berjumlah enam orang. Indra tinggal bersama mertua dan adik istrinya.

"yang jelas suami istri ada di dalam kamar saat kejadian kebakaran. Ada 6 orang yang tinggal di rumah itu, dewasa semua, sama orang tuanya juga," terangnya.

Ia mengaku tidak mendengar pertengkaran sebelum terjadi adanya kebakaran di kamar pasturi tersebut. Yang jelas, Indra memang cenderung tertutup dan tidak mudah bergaul bersama masyarakat.

"Kalau soal cekcok nggak tahu persis. Karena saya juga tidak pernah mendengarnya," jelasnya.

Pantauan dilokasi, seusai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian menemukan dan membawa golok sepanjang satu meter, tafsir jalalain berjilid warna hijau serta buku-buku berbahasa arab. (Son/TN1)

Komentar