Tenggelam saat Mencari Rumput di Bantaran Sungai, Warga Nangklak Ditemukan Meninggal Dunia

Korban tenggelam yang ditemukan meninggal dunia saat di evakuasi petugas gabungan. (Foto: TitikNOL)
Korban tenggelam yang ditemukan meninggal dunia saat di evakuasi petugas gabungan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Japar, 44, warga Kampung Nangklak, Desa Wirana, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang tenggelam di Sungai Ciujung saat mengarit rumput di bantaran sungai tepatnya di Kampung Jambu Bunut, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Minggu (20/6/2021) sore.

Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh petugas gabungan Basarnas, BPBD Kabupaten Serang, Polsek Petir dan Pamarayan serta personel TNI dalam kondisi menginggal dunia tidak jauh dari lokasi tempat korban mencari rumput tepatnya disekitar Desa Wirama, Kecamatan Pamarayan, Senin (21/6/2021).

Kapolsek Petir AKP M Nurdin mengatakan sebelum musibah terjadi korban Japar diketahui datang ke lokasi tenggelam dengan menggunakan sampan untuk mencari rumput di bantaran Sungai Ciujung.

Namun entah apa yang terjadi, tiba tiba saja korban sudah tidak ada di tempat. Di bantaran sungai Ciujung tersebut hanya ditemukan baju, celana dan sepatu Japar. Warga setempat curiga karena sampan dan barang-barang milik korban masih ada di lokasi, sedangkan korban tidak terlihat.

"Atas kecurigaan itu, warga Kampung Jambu Bunut dengan sukarela mencoba melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan. Wargapun akhirnya melapor ke petugas dan selanjutnya dilaporkan ke BPBD dan Basarnas," terang Kapolsek kepada wartawan.

Sekitar pukul 20.00, pencarian mulai dilakukan. Meski kurang penerangan, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan cara menyisir ke hilir sungai dengan menggunakan perahu karet. Sementara petugas Polsek dan Koramil bersama masyarakat melakukan penyisiran di bantaran sungai dengan alar penerangan seadanya.

"Pencarian dihentikan sementara sekitar pukul 02.00 dan jasad korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.30. Setelah dilakukan pemeriksaan, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga," terang Nurdin. (HR/TN1)

Komentar