Kamis, 25 Juli 2024

Tidak Semua Bisa Vaksinasi, Ini Penyakit yang Tidak Boleh Divaksin Sinovac

Ilustrasi. (Dok: Liputan6)
Ilustrasi. (Dok: Liputan6)

SERANG, TitikNOL - Pengembangan vaksin terus dilakukan oleh berbagai perusahaan di berbagai negara. Di Banten, vaksin jenis sinovac telah didistribusikan untuk dilakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

Dengan adanya vaksin, pemerintah berharap dapat mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) serta melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Kepala Puskesmas Banjar Agung Rosidah mengatakan, tidak semua orang dapat diberikan vaksinasi jenis sinovac. Berdasarkan panduan pelaksanaan vaksin, ada 16 pertanyaan jenis penyakit yang akan ditanyakan kepada calon penerima vaksin.

Jika calon penerima vaksin terdeteksi memiliki salah satu penyakit itu, maka dokter akan mendiskualifikasi, dengan ketentuan kesimpulan ditunda atau tidak bisa diberikan vaksin dalam pendataan.

"Orang yang tidak bisa divaksin karena komorbid. Karena ada 16 pertanyaan yang harus diskrining. Nanti kesimpulannya bisa divaksin atau ditunda," katanya kepada TitikNOL, Rabu (20/1/2021).

Berikut ini penyakit yang tidak dapat menerima vaksin sinovac:

1. Terkonfirmasi Positif Covid
2. Ibu sedang hamil atau menyusui
3. Kontak erat dengan suspek atau terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang dirawat
4. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami sesak nafas, bengkak dan kemerahan setelah di vaksin (vaksinasi tahap 2)
5. Sedang dalam terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
6. Menderita penyakit jantung
7. Menderita penyakit autoimun sistemik
8. Menderita penyakit ginjal
9. Reumatik autoimun atau rhematoid arhtritis
10. Menderita penyakit saluran perncernaan kronis
11. Hipertiroid
12. Kangker
13. Kelainan darah
14. Diabetes melitus
15. HIV
16. Penyakit paru (asma, PPOK dan TBC)

Dengan keterangan, khusus untuk Vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi PAPDI (apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk Vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian).

Apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam ( 37,5 °C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90 malca, vaksinasi tidak diberikan.

Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu nomor 1 sampai 13, maka vaksinasi tidak diberikan.

Untuk nomor 14, Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbHbA, jika di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen dapat diberikan vaksinasi.

Untuk nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4-nya. Bila CD4 lebih kecil dari 200 atau tidak diketahui maka vaksinasi tidak diberikan.

Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik.

Untuk Pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan valesinasi, minimal setelah dua minggu mendapat Obat Anti Tuberkulosis.

Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini, dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat. (Son/TN1)

Komentar