Tuntut Hentikan Narasi Makar, Mahasiswa dan Warga Demo di Kampus UMJ

Aksi unjukrasa sejumlah Mahasiswa di depan kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangsel, Kamis (26/6/2019). (Foto: TitikNOL)Aksi unjukrasa sejumlah Mahasiswa di depan kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangsel, Kamis (26/6/2019). (Foto: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) bersama gabungan pelajar dan masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar unjuk rasa. Dalam aksinya mereka menuntut kepada pihak terkait soal narasi makar.

Tampak massa aksi menggelar beberapa spanduk tuntutan dan melakukan orasi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangsel, Kamis (26/6/2019).

Andre, selaku koordinator aksi kepada TitikNOL menyampaikan, aksi kali ini dengan membawa slogan 'Dari Tangerang Selatan Untuk Indonesia' menuntut kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk menghentikan narasi-narasi soal makar.

Kata Andre, saat ini tragedi meninggalnya ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan tragedi 21-22 Mei dalam peristiwa Bawaslu lambat laun menjadi misteri dengan dihadirkannya narasi makar.

"Keterangan Presiden di Kompas TV dalam hal pembentukan TGPF peristiwa 21-22 Mei 2019 dalam kasus yang berkaitan meninggalnya dan perusuh-perusuh di lokasi kerusuhan, hal itu menunjukan bahwa Presiden absen dan lalai pada konstitusi dan undang-undang," kata Andre kepada TitikNOL, Kamis (20/6/2019).

Dalam aksi kali ini, seruan ekstra parlementer menjadi seruan konsolidasi mahasiswa nasional Indonesia untuk menggalang kekuatan mahasiswa, pemuda, pelajar dan rakyat agar dapat bersatu memastikan demokrasi kedaulatan rakyat yang telah terkoyak dalam Tragedi Kemanusian 21-22 Mei 2019. (Don/TN1).

Komentar