Warga di Lebak Keluhkan Limbah Cair Pabrik CPO PTPN VIII Kertajaya Cemari Sungai Ciliman

Salah seorang warga Tamansari, pengguna air Sungai Ciliman saat menunjukan air Sungai yang tercemar limbah CPO. (Foto: Ist)
Salah seorang warga Tamansari, pengguna air Sungai Ciliman saat menunjukan air Sungai yang tercemar limbah CPO. (Foto: Ist)

LEBAK, TitikNOL - Sejumlah warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliman, kecamatan Banjarsari, kabupaten Lebak, keluhkan limbah cair bekas pengolahan Crude Palm Oil (CPO) milik PTPN VIII Kertajaya yang sudah mencemari Sungai Ciliman.

Limbah cair berwarna hitam pekat yang mencemari Sungai Ciliman itu, diduga berasal dari kebocoran bak penampung limbah pabrik pengolahan CPO milik PTPN VIII Kertajaya, kecamatan Banjarsari.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak satu pekan lalu, namun belum ada penanganan dari pihak pabrik CPO yang berlokasi di desa Leuwi Ipuh, kecamatan Banjarsari tersebut.

"Kejadian pencemarannya sejak hari Kamis, tanggal 9 Nopember lalu,"kata Tanu warga desa Tamansari, kecamatan Banjarsari, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, terdapat puluhan kepala keluarga (KK) yang berada di empat kampung yang dilalui aliran sungai Ciliman. Mereka (warga) yang terdampak pencemaran air sungai bermukim di kampung Sigeung, kampung Pasung, kampung Gerendeng dan di kampung Pakis.

"Sungai Ciliman itu sudah biasa digunakan oleh warga untuk mencuci pakaian, cuci piring dan mandi,"terang Tanu.

Tanu menduga, kondisi tercemarnya sungai Ciliman disebabkan oleh limbah cair CPO, diduga karena ada kebocoran di bak penampung limbah pabrik CPO milik PTPN VIII Kertajaya.

"Kami mohon kepada pihak PTPN Vlll Kertajaya, agar pro aktif untuk mengawasi atau mengontrol bak penampungan limbah, agar tidak terulang lagi mencemari DAS Ciliman yang suka di gunakan sehari- harinya oleh warga masyarakat,"tukas Tanu.

Terpisah, Dedi, Humas PT. PTPN VIII Kertajaya saat dihubungi melalui aplikasi pesan WhatsApp berjanji akan melakukan konfirmasi ke bidang terkait di perushaan tersebut

"Terimakasih infonya pak, infonya saya konfirmasi dulu dengan bidang terkait,"ujar Dedi.

Sementara itu, Rikrik, Kepala Masket Pabrik Pengolahan CPO milik PTPN VIII Kertajaya, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, tidak sedang aktif. (Gun/red)

Komentar