Jum`at, 4 April 2025

Warga Tolak Harga Tanah Murah, Ini Kata PT Pancapuri

Suasana mediasi antara warga Cilodan dan Pengabuan dengan manajemen PT Pancapuri Indoperkasa. (Foto: TitikNOL)
Suasana mediasi antara warga Cilodan dan Pengabuan dengan manajemen PT Pancapuri Indoperkasa. (Foto: TitikNOL)

CILEGON,TitikNOL - Meski pun manajemen PT Pancapuri Indoperkasa telah menaikkan harga tawaran, namun warga lingkungan Cilodan dan Pengabuan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon masih keukeuh mempertahankan harga lahan dan bangunan yang akan mereka jual ke PT Pancapuri Indoperkasa untuk pembangunan pabrik PT Synethetic Rubber Indonesia (SRI).

Menurut warga Cilodan, Haerudin, harga yang penawaran dari PT Pancapuri Indoperkasa tersebut sangat jauh dari harga yang diajukan warga.


Baca juga: Bahas Harga Lahan, Pertemuan Warga Ciwandan PT Pancapuri Indoperkasa 'Mentok'

"Kami minta harga tanah Rp3,5 juta per meter, bangunan kelas satu harga dari warga Cilodan Rp 7 juta, kelas dua Rp6 juta dan kelas tiga Rp5 juta per meternya. Sedang pihak perusahaan menawarkan harga tanah Rp900 ribu per meter, bangunan kelas satu Rp2,6 juta, kelas dua Rp2,1 juta dan kelas tiga 1,9 juta. Itu kan jauh banget beda harganya, makanya kita menolak," ujarnya.

Warga Pengabuan juga menawarkan harga tidak jauh berbeda dengan warga Cilodan.

"Harga tanah kita minta Rp3,5 juta per meter, sedangkan untuk bangunan mulai kelas satu hingga kelas tiga sama yakni Rp5 juta per meter," ungkap Holil, warga Pengabuan.

Sementara itu Direktur PT Pancapuri Indoperkasa, Abraham Sinatrawan mengungkapkan, harga yang pihaknya tawaran itu ke warga tersebut sudah berdasarkan kesepakatan manajemen.

"Kita sudah beritikad baik dengan warga dengan menaikkan harga tanah, yang sebelumnya Rp750 ribu per meter. Kalau mau atau tidaknya kita serahkan sepenuhnya ke warga. Tapi yang jelas harga yang ajukan ke warga itu sudah maksimal," tegasnya. (Ardi/Quy)

Komentar