Bahas Harga Lahan, Pertemuan Warga Ciwandan PT Pancapuri Indoperkasa 'Mentok'

Direktur PT Pancapuri Indoperkasa, Abraham Sinatrawan saat memberikan penjelasan kepada warga Cilodan dan Pengabuan. (Foto: TitikNOL)Direktur PT Pancapuri Indoperkasa, Abraham Sinatrawan saat memberikan penjelasan kepada warga Cilodan dan Pengabuan. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Perwakilan warga dari lingkungan Cilodan dan Pengabuan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menggelar pertemuan dengan PT Pancapuri Indoperkasa, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan PT Synethetic Rubber Indonesia (SRI) yang merupakan anak perusahaan PT Chandra Asri Petrochemical, Senin (24/10/2016).

Dalam pertemuan yang dilakukan di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sugih tersebut, dilakukan untuk mencari jalan tengah terkait dengan harga lahan dan bangunan yang ditawarkan warga Cilodan dan Pengabuan ke PT Pancapuri Indoperkasa.

Namun, pertemuan yang mendapat pengawalan dari pihak kepolisian itu tidak ada titik temu. Pasalnya penawaran harga dari perusahaan dianggap masih jauh dari harapan warga Cilodan dan Pengabuan.

"Kami (perusahaan) hanya mampu membebaskan lahan warga dengan harga tanah sebesar Rp 900ribu per meter, bangunan kelas satu Rp2,6 juta, kelas dua Rp2,1 dan kelas tiga Rp1,9 juta per meter," ungkap Abraham Sinatrawan selaku Direktur PT Pancapuri Indoperkasi.

Penarawan dari pihak perusahaan membuat warga kecewa. Karena warga menilai, harga yang ditawarkan pihak perusahaan masih jauh dari harga yang ditawarkan warga.

Hingga akhir pertemuan, belum ada kesepakatan harga di antara kedua belah pihak. Pertemuan pun rencananya akan kembali digelar hingga ada kesesuaian harga. (Ardi/red)

Komentar