Ali Mujahidin Serang Masalah Kasus Korupsi, Paslon Ati-Sokhidin Bungkam

Pasangan calon Ali Mujahidin - Firman Mutakin saat melontarkan pertanyaan ke pasangan calon Ati - Sokhidin. (Dok: Youtube)
Pasangan calon Ali Mujahidin - Firman Mutakin saat melontarkan pertanyaan ke pasangan calon Ati - Sokhidin. (Dok: Youtube)

CILEGON, TitikNOL - Debat Publik sesi pertama untuk calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon telah digelar, Sabtu (21/11/2020). Setiap Paslon saling ‘unjuk gigi’ untuk mendapat simpati dan dukungan pemilih.

Sebanyak empat kontestan pasangan calon (Paslon) lengkap hadir. Di antaranya Paslon 01 Ali Mujahidin-Firman Mutakin (jalur perseorangan), Paslon 02 Ratu Ati Marliati-Sokhidin (diusung partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB), Paslon 03 Iye Iman Rohiman-Awab (diusung PAN, PPP, Demkorat) dan Paslon 04 Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta (diusung Partai Berkarya dan PKS).

Setelah menyampaikan visi dan misi, moderator memberi kesempatan kepada Paslon 01 untuk melemparkan pertanyaan kepada Paslon 02. Dengan tenggat waktu 30 detik, Paslon nomor urut 01 Ali Mujahidin mengajukan tiga pertanyaan sekaligus.

"Dalam visi misi yang disampaikan tadi, kami cukup menyimak dan kita semua tahu bahwa di Cilegon itu banyak sekali masalah yah. Soal banjir, soal korupsi, soal pengangguran. Saya kira itu bukan rahasia umum dan semua kita tahu. Namun dalam visi misi yang disampikan tadi, sedikit pun saya tidak melihat ada cermin visi misi penyelesaian terhadap tiga masalah itu, banjir, pengangguran, dengan korupsi," kata pria yang kerap disapa Mumu melontarkan pertanyaannya.

Kemudian, moderator mempersilahkan Paslon nomor urut 02 untuk menjawab dengan waktu satu menit 30 detik. Namun disimak dari jawabannya, Paslon 02 tidak menjawab pertanyaan soal penyelesaian masalah korupsi.

"Terkait dengan masalah banjir kemudian lainnnya, alhamdullilah kita sebenarnya sudah melakukan beberapa upaya-upaya dengan membuat dan bekerjasama dengan industri. Terkait dengan pemerintah kita misalnya, kita sudah membuat tandon-tandon agar supaya banjir itu kemudian tidak terus ada di Pemerintah Kota Cilegon," Jawab Ratu Ati.

"Kemudian dengan industri pun kita sudah melakukan kerjasama. Bagaimana industri juga peran penting, karena pemerintah daerah ini tidak hanya pemerintah daerah yang menyebabkan. Misalnya tanggung jawab terhadap banjir, di antaranya adalah masyarakat, industri juga sudah kita berikan tanggung jawab di CSR-nya, termasuk di sana ada Chandra asri, ada KS dan lain sebagainya. Dia membuat untuk hal-hal penanggulangan banjir, termasuk tandon," lanjutnya.

Kemudian calon Wakil Wali Kota Cilegon, Sokhidin menambahkan jawaban. Namun, kader Gerindra itu hanya memaparkan tentang masalah pengangguran. Pertanyaan tentang masalah korupsi tidak dijawab. Padahal pada kasus sebelumnya, pimpinan Kota Cilegon ada yang masuk sel tahanan karena terlibat korupsi.

"Baik, banjir sudah dijawab oleh calon Wali Kota. Saya akan menjawab tentang pengangguran. Pengangguran sudah kita sampaikan, bahwa kami akan melaksanakan ekonomi kreatif untuk menampung para anak-anak muda atau masyarakat kita yang memang punya kreatif untuk membuat satu produk," terangnya. (Son/TN2)

Komentar