TANGSEL, TitikNOL – Pengamat Kebijakan Publik dan Politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Miftahul Adib, menyoroti hasil survey dari Lembaga Survei Indikator. Dosen Fisip di UNIS Tangerang itu pun terkejut, usai hasil survey dimenangkan pasangan nomor urut 1, Muhamad-Saraswati.
Pasalnya, dalam survey yang sebelumnya dilakukan pada Agustus 2020 lalu, pasangan yang diusung koalisi gemuk itu memperoleh hasil survey hanya 15 persen. Namun, pada November 2020, kali ini pasangan tersebut memperoleh 34,5 persen.
Adib menyebut, ada peningkatan dalam hasil survey itu, artinya ada peningkatan sebesar 19, 3 persen dalam jangka waktu dua bulan. Kata dia, ada pola menyebarkan aura kemenangan sebelum kontestasi guna menggapai opini publik.
"Ini biasa, saya melihat ini sebagai strategi politik guna mendulang opini kemenangan di masyarakat. Meningkatkan elektabilitas 5% dalam sebulan, itu sangat luar biasa. Jadi kalau ini bisa naik lebih dari 19%, artinya pasangan Muhammad-Saraswati dibantu Superman," terang Miftahul Adib, Rabu (18/11/2020).
Sementara, ketika disinggung terkait adanya anggapan bahwa hasil survei lembaga survei Indikator diduga berpihak kepada pasangan Muhamad-Saraswati, hal itu justru disanggah mentah-mentah.
Pasalnya, Adib meyakini sebagai akademisi, hasil survey tersebut dihasilkan dari metodologi penelitian yang digunakan dan hasil yang tergambar menurutnya bukan rekayasa.
"Saya yakin metodologi dan hasil survei yang dilakukan Lembaga Indikator bukan rekayasa, namun bisa jadi lapangan yang menghasilkan sample survei sudah terkontaminasi," jelasnya.
Dia menambahkan, hasil itu bisa saja survei dilakukan pada sample yang kebetulan merupakan basis Muhammad-Saraswati. Bahkan menurut dia, bisa jadi pasangan itu melakukan sosialisasi melekat sebelum survei dilakukan, sehingga hasilnya abstrak.
Lebih lanjut Adib mengatakan, bahwa banyak kontestan dalam pemilu terlena dengan hasil survei yang tinggi. Sementara pada implementasinya, kata dia, bertolak belakang.
"Saya hanya berpesan, banyak kontestan kalah karena terlena hasil survei. Yah, kalau saran saya, pasangan Muhammad-Saraswati harus merangkul Lembaga Indikator sebagai konsultan politiknya. lha, dapat 19% dalam waktu 2 bulan, kalau saya langsung saya rekrut jadi konsultan itu," urai Miftahul Adib. (DON/TN1)