Gusi dan Gigi Jadi Lebih Sensitif Disaat Anda Mengalami Stres

Ilustrasi. (Dok: acs)
Ilustrasi. (Dok: acs)

TitikNOL - Rasanya hampir setiap orang pasti pernah mengalami stres — entah itu karena deadline tugas sekolah, proyek kantor, masalah finansial, masalah keluarga, hingga stres karena terjebak macet di jalanan. Nyatanya, jika tidak cepat-cepat diatasi, stres tidak hanya bisa merusak mood, namun juga bisa mengganggu kesehatan mulut Anda, lho! Stres bahkan bikin Anda rentan mengalami penyakit gusi. Kenapa bisa begitu?

Gigi dan gusi jadi lebih sensitif saat Anda sedang stres

Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri yang telah berlangsung cukup lama — baik secara fisik, mental, dan emosional. Ketika Anda dilanda stres, tubuh Anda membaca adanya serangan atau ancaman.

Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Peningkatan produksi hormon stres ini membuat denyut jantung meningkat, pernapasan lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah Anda naik.

Stres adalah suatu hal yang wajar. Akan tetapi, stres yang berlangsung terus menerus akan menyebabkan hormon kortisol dalam darah jadi terus-terusan tinggi. Peningkatan hormon kortisol yang stabil dalam waktu lama akan mengubah cara tubuh beradaptasi sehingga pada akhirnya memicu respon peradangan yang berlebihan dan malah melemahkan sistem imun tubuh.

Ketika daya tahan tubuh Anda lemah, Anda jadi lebih rentan sakit dan terinfeksi. Hal ini pada akhirnya ikut berdampak pada kesehatan gusi Anda. Tingginya kadar hormon stres kortisol dalam tubuh telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit gusi, seperti gusi berdarah dan peradangan gusi (gingivitis). Pasalnya, karena sistem imun sudah melemah bakteri akan lebih mudah menyerang jaringan gusi yang sehat dan menyebabkannya meradang.

Asam lambung naik saat sedang stres, yang bisa mengikis gigi

Secara tidak langsung, munculnya masalah gigi dan mulut berasal dari gangguan pencernaan yang timbul akibat stres. Saat Anda stres, peningkatan hormon stres ini juga memengaruhi lambung untuk meningkatkan produksi asam lambung.

Nah, peningkatan cairan asam lambung ini bisa membuat Anda rentan mengalami refluks asam lambung, kondisi naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Biasanya ketika Anda mengalami refluks asam lambung, Anda akan merasa panas di ulu hati dan tenggorokan, serta sensasi rasa asam di mulut. Cairan asam lambung mengandung bakteri bersifat asam yang bisa merusak jaringan dan tulang.

Ketika bakteri dalam cairan asam lambung menempel di gigi dan gusi, mereka bisa menginfeksi jaringan gusi yang sehat dan mengikis lapisan gigi, serta menimbulkan bau mulut.

Stres memicu kebiasaan buruk, termasuk malas menyikat gigi

Pikiran kacau akibat stres berat membuat Anda cenderung tidak bersemangat sehingga jadi mengabaikan rutinitas harian. Ini bisa berdampak pada kelalaian menjaga kebersihan diri — termasuk jarang sikat gigi. selain itu, stres juga kebiasaan makan berlebihan terutama yang manis dan berkalori tinggi.

Makanan bergula itu sendiri sudah berisiko menyebabkan kerusakan gigi. Risiko ini pun semakin meningkat jika Anda juga jarang sikat gigi. Jika dibiarkan terus, maka kebiasaan ini akan mempercepat munculnya penyakit gusi.

Terlebih, Anda juga mungkin merasa malas atau enggan pergi ke dokter untuk periksa kesehatan. Lama kelamaan, bakteri penyebab penyakit bisa menumpuk dan menggerogoti gusi, menyebabkan peradangan gusi.

Atasi penyakit gusi dengan meminimalisir stres

Menurut Daiane Peruzzo, PhD, salah satu peneliti dari State University in Campinas di Brazil, orang yang mampu meminimalisir stres kemungkinan memiliki risiko yang lebih rendah terkena penyakit gusi.

Setiap orang mempunyai cara berbeda untuk menangani stres, sehingga penting untuk mengenali diri sendiri. Anda dapat memulai dengan mencari tahu apa yang membuat Anda stres. Misalnya, tumpukan pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai. Langkah selanjutnya adalah mencari tahu cara terbaik untuk menangani stres tersebut. Misalnya dengan mendengarkan musik, meditasi, yoga, atau sekadar curhat (bisa dengan teman atau tulis di jurnal).

Yang paling penting adalah tetap mengusahakan menyikat gigi dua kali sehari. Jika perlu, gunakan obat kumur dua kali sehari untuk mencegah perkembangan penyakit gigi dan gusi. Ingatkan diri Anda bahwa dengan rajin membersihkan gigi dan menjaga asupan makanan yang sehat dapat menghindarkan Anda dari kunjungan ke dokter gigi.

Berita ini telah tayang di hellosehat.com dengan judul Awas! Dibiarkan Terus, Stres Bikin Anda Gampang Terkena Penyakit Gusi

Komentar