Mengetahui Jenis-jenis Gangguan Mental

Ilustrasi penyakit mental. (Dok: hellosehat)
Ilustrasi penyakit mental. (Dok: hellosehat)

TitikNOL - Pada acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia--yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 14 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan emosional dan 400 ribu jiwa mengalami gangguan jiwa berat (psikotik).

Kesehatan mental merupakan masalah serius. Terdapat beberapa jenis gangguan mental, berikut delapan di antaranya:

Gangguan kecemasan

Orang dengan gangguan kecemasan (anxiety disorder) akan merespons benda atau situasi tertentu dengan sangat ketakutan, disertai gejala panik seperti detak jantung yang cepat dan berkeringat.

Anda mungkin mengalami panik saat ujian atau wawancara kerja, tetapi gangguan kecemasan berbeda dan merupakan gangguan mental, yang membuat penderitanya hidup dengan penuh kecemasan, ketakutan, serta kekhawatiran berlebih.

Gangguan suasana hati

Kelainan ini juga disebut gangguan afektif, melibatkan perasaan sedih atau perasaan merasa terlalu bahagia, atau fluktuasi dari kebahagiaan dan kesedihan ekstrem.

Beberapa contoh gangguan suasana hati adalah bipolar, depresi jangka panjang, gangguan afektif musiman, perubahan suasana hati dan iritabilitas yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.

Gangguan psikotik

Gangguan psikotik melibatkan kesadaran dan pemikiran yang menyimpang. Gejala paling umum dari kelainan psikotik adalah halusinasi, seperti mendengar suara dan khayalan yang tidak bisa dilihat orang lain. Skizofrenia adalah contoh kelainan psikotik.

Gangguan makan

Gangguan makan melibatkan emosi ekstrem, sikap, dan perilaku yang melibatkan berat badan dan makanan.

Gangguan paling umum adalah anoreksia (penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang), bulimia (makan secara berlebihan kemudian mencoba mengeluarkan kembali apa yang telah mereka makan, seperti dimuntahkan), dan binge eating disorder (makan dalam jumlah banyak dan sulit dihentikan).

Gangguan kontrol impuls dan kecanduan

Orang dengan gangguan kontrol impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain.

Contoh gangguan ini adalah pyromania (gangguan mental yang ditandai muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya) dan kleptomania (mencuri).

Orang dengan gangguan kontrol impuls dan kecanduan memiliki keterlibatan sangat dalam dengan objek kecanduan mereka, sehingga mereka mulai mengabaikan tanggung jawab dan hubungan.

Gangguan obsesif-kompulsif

Orang yang memiliki obsessive-compulsive disorder (OCD) sering mengalami pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Ada pikiran, gambar, atau dorongan yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan memasuki pikiran dan menyebabkan rasa cemas, jijik atau tidak senang.

Ada juga semacam paksaan atau perilaku berulang yang dilakukan untuk meringankan perasaan tidak menyenangkan.

Contohnya, bila seseorang takut rumahnya dirampok, ia merasa perlu semua jendela dan pintu terkunci beberapa kali sebelum mereka dapat meninggalkan rumah. Contoh lain saat seseorang mencuci tangan berulang kali karena takut kuman.

Orang dengan OCD akan terganggu oleh pemikiran konstan atau ketakutan yang menyebabkan mereka melakukan ritual atau rutinitas tertentu.

Gangguan stres pasca-trauma

Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah kondisi yang dapat berkembang setelah kejadian traumatis, seperti pelecehan seksual, kekerasan, kecelakaan, bencana alam, atau kematian seseorang yang dicintai.

Orang dengan PTSD sering memiliki pikiran dan kenangan abadi yang menakutkan bila dihadapkan dengan kondisi tertentu yang membuatnya trauma.

Gangguan kepribadian

Kelainan kepribadian adalah jenis masalah kesehatan mental yang memengaruhi sikap, kepercayaan, dan perilaku. Dua jenis gangguan kepribadian antara lain borderline personality disorder, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif, dan tidak stabil.

Gangguan lain adalah antisocial personality disorder, saat seseorang mengalami hal-hal seperti mengabaikan perasaan dan kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk keuntungan diri sendiri, sulit mempertahankan hubungan, tidak merasa bersalah atas tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan, serta merasa mudah bosan atau agresif.

Berita ini telah tayang di beritagar.id, Kamis 12 Oktober 2017 dengan judul Mengenal 8 jenis gangguan mental

Komentar