Menang 2-1 Lawan PSDS, Wiga Brillian Syahputra Jadi Pahlawan Perserang

Perserang saat menjamu PSDS di Stadion Maulana Yusuf. (Foto: TitikNOL)
Perserang saat menjamu PSDS di Stadion Maulana Yusuf. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Perserang menjamu PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Liga 2 2022 pekan keenam yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.

Dalam pertandingannya, kesebelasan yang diasuh Sabrun Hanapi itu menang menjamu lawannya dengan skor 2-1.

Gol itu tercipta di menit-menit terakhir berkat ujung tombak Wiga Brillian Syahputra.

Pertandingan yang dimulai pukul 15:30 WIB itu berlangsung secara dramatis. Terlebih, Perserang ditekan Bala Singandaru agar mendapat poin lantaran hanya mampu menang dua kali dalam 6 laga.

Memanfaatkan sebagai tuan rumah, Perserang tampil menekan. Hal itu cukup baik dengan meraih satu gol di babak pertama.

Namun di babak kedua, pertahanan Perserang kedodoran dan mampu dirobek oleh PSDS.

Di menit tambahan waktu, Perserang mampu menambahkan keunggulannya lewat kaki kanan nomor punggung 99,

Stadion Malulana Yusuf pun bergemuruh menyambut gol penting untuk menambah poin Perserang.

Pelatih Perserang, Sabrun Hanapi mengaku bersyukur dengan kemenangan yang tercipta meski di menit-menit terakhir. Kemenangan itu sangat berharga untuk menambah poin.

"Puji syukur telah memberi kemenangan. Suporter telah menyemangati, berkat dukungan mereka bisa kita raih walaupun di menit terakhir," katanya saat konferensi pers, Senin (26/9/2022).

Ia menyatakan pemain membuktikan semangatnya usai mendapat tekanan dari suporter yang memotivasi kemenangan.

"Sulit berkata-kata, tekanan itu memicu saya biar menang. Anak-anak memperlihatkan semangatnya," ujarnya.

Dengan kemenangan itu, pihaknya akan merecovery pemain agar lebih impresif saat melawan Aceh di awal bulan depan.

"Sudah pasti recovery kita buat, menten fisik agar main di Aceh mati-matian," terangnya.

Sementara itu, Pelatih PSDS, Susanto menuturkan, setiap waktu sangat berharga dalam pertandingan sepakbola. Anak asuhnya dapat menahan serangan selama 90 menit, hanya kalah di 5 menit terakhir.

"Setiap tim itu baik detik, menit sangat penting. Anak-anak sudah berusaha sebaik mungkin, apapun hasilnya kita harus menerima. 90 menit pertandingan, wasit belum meniup peluit itu belum berakhir," tuturnya.

Demi membangkitkan permainan, pihaknya selalu mengevaluasi kelemahan tim agar dapat meraih kemenangan di pertandingan yang akan datang.

"Kita selalu mengevaluasi setiap kelemahan, fase ke fase lebih meningkatkan permainan, lebih matang lagi," jelasnya. (TN3)

Komentar