Perebutan Juara 3, Ajang Pembuktian Pelatih Asal Spanyol vs Jerman

Luis Milla dan Gerd Zeise. (Dok: okezone)
Luis Milla dan Gerd Zeise. (Dok: okezone)

TitikNOL - Timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga terakhir di SEA Games 2017 bertajuk perebutan medali perunggu melawan Myanmar di Stadion Selayang, Selangor, Selasa (29/8/2017). Laga ini juga menjadi ajang pembuktian adu cerdik dua pelatih asal Eropa yakni Luis Milla (Spanyol) dan Gerd Zeise (Jerman).

Tak bisa dimungkiri, Spanyol dan Jerman saat ini memang menjadi kiblat sepak bola dunia. Kedua negara tersebut mendominasi gelar juara berbagai turnamen bergengsi sepak bola.

La Furia Roja berhasil menjadi juara Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. Adapun Der Panzer berhasil menjadi juara di edisi Piala Dunia 2014. Hal itulah yang membuat pertandingan perebutan medali perunggu SEA Games 2017 menarik untuk disaksikan.

Bicara soal pengalaman, Luis Milla tentu memiliki CV yang lebih mentereng. Sebelum menukangi Indonesia pada Januari 2017, pelatih bernama lengkap Luis Milla Aspas, berhasil membawa tim nasional Spanyol meraih gelar bergengsi Piala Eropa U-21 pada tahun 2011.

Pengalaman Luis Milla juga tertempa karena pernah membela klub elite Spanyol ketika aktif sebagai pemain. Tak tanggung-tanggung, pria 51 tahun itu pernah memperkuat klub sekaliber Barcelona (1984-1990, Real Madrid (1990-1997), dan Valencia (1997-2001).

Bersama Luis Milla, Indonesia pun menjelma menjadi salah satu tim yang mampu tampil kompetitif di SEA Games 2017. Sepanjang penyelenggaraan, Indonesia hanya kalah sekali dari enam pertandingan. Hansamu Yama dkk. tercatat sukses mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan dua gol.

Meski belum bisa dibilang sebuah kesuksesan, Luis Milla membuktikan diri bisa memperbaiki kualitas sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Namun, Luis Milla terbilang belum sepenuhnya memakan banyak makan asam garam sepak bola Indonesia. Hal yang berbeda dari Gerd Zeise bersama tim nasional Myanmar.

Gerd Zeise sudah cukup lama bersama timnas Myanmar. Kariernya mentereng ketika menukangi timnas Myanmar U-19. Zeise ketika itu berhasil meloloskan Aung Thu dkk. ke Piala Dunia U-20 pada 2015.

Meski gagal meraih prestasi, hal itu sudah cukup membuat nama Zeise harum bagi masyarakat Myanmar. Pencapaian bersama timnas U-19 membuat Zeise naik kasta dan dipercaya menukangi timnas senior Myanmar. Zeise sempat membawa Myanmar lolos ke semifinal Piala AFF 2016. Sayang, laju Myanmar ketika itu dihentikan oleh Thailand.

Di SEA Games 2017, Zeise kemudian dipercaya menukangi timnas U-22 Myanmar. Berkat tangan dinginnya, Myanmar berhasil menjelma menjadi tim terproduktif karena mencetak 12 gol.

Sayang, Myanmar kurang beruntung dan harus tersingkir di semifinal dengan skor 0-1 dari Thailand. Oleh sebab itu, Gerd Zeise kini bertekad membantu timnya untuk mengalahkan Timnas Indonesia U-22 untuk sekedar meraih medali perunggu sebagai pelipur lara masyarakat Myanmar.

Berita ini telah tayang di bola.com, Selasa 29 Agustus 2017 dengan judul Indonesia Vs Myanmar: Adu Gengsi Spanyol Kontra Jerman

Komentar