Alokasikan Rp15 Miliar, Ini Kategori IKM yang Bakal Dapat Bantuan Pemprov Banten

Ilustrasi. (Dok: Pikiranrakyat)
Ilustrasi. (Dok: Pikiranrakyat)

SERANG, TitikNOL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, mengalokasikan Rp15 miliar untuk pelaku ekonomi yang terdampak Covid-19.

Jumlah itu didapat dari recofucing tahap tiga Pemprov Banten yang bersumber dari Bantuan Tak Terduga (BTT) Rp245 miliar. Anggaran tersebut khusus untuk belanja emergency dalam masa bencana pandemi virus Corona.

Kepala Disperindagdop Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, besaran bantuan akan disesuaikan jumlah kelompok sasaran yang memasuki masa transisi. Dasar pelaksanaan penggunaan anggaran ada di Inpres. Sebab, asumsi dasar pandemi Covid akan berakhir tahun 2020.

"Khusus di Disperindag ada Rp15 miliar perhitungan dengan asumsi IKM di 8 Kabupaten dan Kota mengalami stop produksi. Itu disusun sebelum new normal," katanya di acara zoom meeting bersama Bank Indonesia, Selasa (23/06/2020).

Ia menyebutkan, kategori Industri Kecil Menengah (IKM) yang bisa mendapat bantuan dari Pemprov Banten yaitu, para pelaku yang bergerak di bidang kesehatan dan makanan, minuman serta suplemen. Bahkan untuk memperkuat, pihaknya akan menjalin kemitraan antara IKM dengan industri besar.

"Ada 3 kategori yang akan mendapat bantuan, yang IKM memproduksi Alkes atau APD. Itu akan kami bantu permodalan dan pemasarannya. Yang ketiga makanan minuman suplemen, ini prospeknya baik bahkan bisa bersinergi dengan bioparmaka atau rumpun epon-epon. Produsen jamu, suplemen cukup baik prospek kedepan. Ada IKM yang memproduksi bahan setengah jadi dan jadi," terangnya.

Selain itu kata Babar, pihaknya berkomitmen untuk memberikan kemudahan dalam hal izin operasional. Hal itu dilakukan sebagai bentuk memulihkan dan menghidupkan dunia perekonomian.

"Kami melakukan dukungan perizinan dengan kemudahan. Izin Operasional dan mobilisasi sehingga tidak di tutup oleh tim gugus tugas," ujarnya.

Namun dalam kondisi new normal ini, ada beberapa pelaku usaha yang dapat hidup lagi. Seperti jahe merah yang sudah diminati hingga bisa ekspor.

"IKM ekspor yang memiliki prospek, seperti jahe merah yang cukup diminati. Recovery ekonomi ini pertolongan pertama dalam masa pandemi," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar