APD Langka, Dinkes Banten: RS Swasta dan Puskesmas Jahit Sendiri

Ilustrasi. (Dok: Katadata)
Ilustrasi. (Dok: Katadata)
SERANG, TitikNOL – Sejak kasus virus Corona menjadi pandemi secara global di beberapa Negara, Alat Pelindung Diri (APD) menjadi atensi bagi perlengkapan tim medis dalam merawat pasien.

Kelangkaan APD terlebih khusus di Banten menjadi masalah baru. Dilaporkan, banyak Rumah Sakit (RS) swasta dan Puskesmas yang menggunakan APD ala kadarnya. Tentu, hal ini mengkhawatirkan bagi para tenaga medis.

Sebab, tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memerangi wabah yang berasal dari Wuhan, China. Atas kondisi tersebut, tidak sedikit para medis di Banten menggunakan jas hujan sebagai pengganti APD yang sesuai standar Word Health Organization (WHO).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, tidak menampik bahwa APD di Banten sangat terbatas akibat langka dan harganya tidak rasional alias mahal.

Bahkan menurut Ati, stok APD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten sebagai pusat rujukan pasien terindikasi virus Corona hanya cukup untuk kebutuhan satu bulan.

”Tetapi untuk RSUD Banten untuk 1 bulan ini cukup. Untuk berikut 2 bulan kami terus memesan secara bertahap,” katanya kepada wak media, Rabu (01/04/2020).

Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menerima bantuan APD dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 12.500. Namun bantuan itu dikhususkan untuk RS rujukan yang menangani pasien yang terinfeksi virus corona.

Kemudian, pendistribusian itu dilakukan tidak secara merata di delapan jabupaten dan kota yang ada di Banten. Melainkan disesuaikan dengan kebutuhan jumlah pasien yang dirawat di RS rujukan.

“Inilah resiko tenaga medis. Kami menginginkan insan kesehatan harus bekerja tapi harus aman. Kami belum bisa menyediakan APD, bukan karena anggaran tapi APDnya yang langka,” ujarnya.

Makanya kata dia, banyak krerativitas yang dilakukan oleh RS Swasta dan Puskesmas dalam melengkapi kebutuhan APD, mulai dari menjahit sendiri hingga hanya menggunakan jas hujan. Tetapi berdasarkan anjuran, seharusnya yang benar menangani pasien PDP maupun positif harus memenuhi standar.

”Makanya banyak kreativitas cara melakukan membuat APD di RS swasta dan Puskesmas banyak menjahit dan banyak membuat sendiri APD-APD yang ada,” jelasnya. (Son/TN1)

Komentar