SERANG, TitikNOL - Dua tahun sudah, Banten dinahkodai oleh Wahidin Halim. Dalam massa kepemimpinannya, pria yang kerap disapa WH itu semakin menunjukan prestasinya sebagai Gubernur Banten.
Pasalnya, baru-baru ini Pemerintah Provinsi Banten berhasil meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Award 2019 yang diselenggarakan oleh INews TV untuk Kategori Kreatifitas Inovasi Peningkatan Pendapatan Daerah pada pekan lalu.
Tentu saja hal tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan WH sebagai Gubernur Banten. Disamping itu juga, penghargaan yang diberikan INews adalah kado terbaik bagi Provinsi Banten yang baru saja usianya beranjak 19 tahun.
Menyambut keberhasilan itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Banten terus melakukan inovasi dan kreatifitas dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dengan cara pembayaran melalui sistem yang terintegrasi.
"Banten memang daerah startegis tidak hanya karena berdekatan dengan Jakarta dan memiliki Bandar Udara Internasional serta Pelabuhan, tapi juga mempunyai banyak potensi di bidang industri, pariwisata, budaya dan lain sebagainya yang dapat digali sebagai potensi meningkatkan PAD,” katanya kepada TitikNOL, Rabu, (9/10/2019).
Ia menjelaskan, salah satu penopang utama Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) di Banten adalah bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB).
Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya mempermudah pembayaran pajak kepada para wajib pajak dan memberikan pembinaan secara intensif bagi penunggak pajak.
"Selain terus menggali potensi pendapatan pajak maupun retribusi dari sektor lain, WH juga terus melakukan inovasi-inovasi dalam penggalian potensi pajak melalui PKB," ujarnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan, kata WH, dalam perbandingan rasio PAD antar Provinsi, posisi Banten dari tahun ke tahun terus merangkak naik.
Jika pada 2017 Banten berada di urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan nilai rasio 57,9 persen dengan rata-rata rasio 33,9 persen, namun pada tahun 2018 dan 2019 naik menjadi urutan kedua menggeser Kalsel dengan nilai rasio 59,7 persen dengan rata-rata rasio 35,2 persen.
"Peningkatan PAD ini tentunya akan berdampak baik terhadap kemajuan Banten karena akan digunakan dalam setiap program pembangunan yang saat sekarang mulai banyak dirasakan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Prov Banten Opar Suhari menjelaskan, perbandingan PAD terhadap total pendapatan menunjukkan tingkat kemandirian suatu daerah.
"Semakin tinggi rasio PAD terhadap total pendapatan, maka tingkat kemandirian suatu daerah semakin tinggi. Artinya, belanja daerah semakin banyak didanai dari pendapatan asli daerahnya" jelasnya.
Upaya dalam meningkatkan PAD, kata Opar, pihaknya selama ini yaitu membangun aplikasi e-samsat, menambah gerai-gerai samsat yang dekat dengan masyarakat, pembayaran via ATM, minimarket dan marketplace online, serta menghadirkan mobil dab motor samsat keliling yang selalu mobile hadir di tengah masyarakat.
"Dan untuk pembinaan, kami lakukan Samsat On The Road yang mendatangi wajib pajak langsung ke rumahnya, dan setiap tahun kami juga menggelar bulan panutan pajak yang membebaskan denda pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),” tukasnya. (TN1)